Scroll untuk baca artikel

Sekolah yang Pecat Novi Vokalis Band Sukatani Perkara Aurat Kini Gelagapan Dimintai Bukti

Sekolah yang Pecat Novi Vokalis Band Sukatani Perkara Aurat Kini Gelagapan Dimintai Bukti
Sekolah yang Pecat Novi Vokalis Band Sukatani Perkara Aurat Kini Gelagapan Dimintai Bukti

Menurut Haris, selama penampilan Novi, ia selalu menutupi wajahnya dengan topeng.

Dia selalu mengenakan lengan panjang dan kaki tertutup.

"Saya ingin memberitahu bapak bahwa bicara haruslah hati-hati, tidak melibatkan aurat saya yang khawatir, Sukatani malah semakin tertutup. Karena Novi menjaga aurat maka dia muncul dengan topeng seperti itu. Jika sekolah ini menyatakan bahwa dia (Novi) melibatkan aurat, mungkin ada yang memakai kacamata tembus pandang," kata Haris Azhar.

Berbeda dengan pernyataan sebelumnya, Khairul Mudakir kini mengatakan bukti pelanggaran aurat ditemukan di luar panggung penampilan Sukatani.

"Kita tidak hanya melihat pada saat konser saja. Saya menemukan beberapa kasus sebelum konser dan di luar konser," katanya.

Haris Azhar kembali mengungkapkan dugaan bahwa pihak sekolah juga menerima intimidasi dan akhirnya langsung menggugat pengangkatan Novi sebagai guru.

"Tolonglah, Pak Bapak, apakah Pak Bapak diintimidasi oleh polisi? Pak Bapak, sebagai pendidik, tolong jujur agar bangsa ini maju. Jika Pak Bapak berbicara, jangan sampai ditutupi karena polisi yang mengintimidasi sedang ditangani oleh Propam Polda Jateng. Jangan sampai Pak Bapak juga ditangani oleh Propam atau kantornya Pak Nowel. Saya akan mengirimkan laporan ke Sukatani dalam waktu dekat, lalu Pak Bapak akan dimintakan," kata Haris.

Haris Azhar merasa aneh dengan alasan sekolah memecat Novi sebagai guru.

Novi digugurkan beberapa jam setelah dia dipanggil untuk menjelaskan ke sekolah.

"Sangat aneh pelanggaran berat hanya dalam waktu beberapa jam dapat diberhentikan, padahal tidak ada bukti visualnya. Bahkan dirinya ditutup lebih rapat dari orang yang memakai burka. Jadi, saya ingin bertanya, Bapak Anda merasa diintimidasi oleh oknum tersebut? Atau ada yang menghubungi Anda untuk meminta agar yayasan ini ditutup jika Anda tidak menghentikan yayasan ini?" kata Haris Azhar.

Editor : Pimred Laksamana.id
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Pengobatan
Terkini