Sekolah yang Pecat Novi Vokalis Band Sukatani Perkara Aurat Kini Gelagapan Dimintai Bukti

Sekolah yang Pecat Novi Vokalis Band Sukatani Perkara Aurat Kini Gelagapan Dimintai Bukti
Sekolah yang Pecat Novi Vokalis Band Sukatani Perkara Aurat Kini Gelagapan Dimintai Bukti

Sekolah yang memecat Novi alias Twister Angel, vokalis band Sukatani, sekarang meminta bukti bukti tentang pelanggaran aturan aurat.

Dikatakan Yayasan Al Madani Banjarnegara Khairul Mudakir bahwa Novi telah diberhentikan sebagai guru pada tanggal 6 Februari 2025.

"Pelanggaran terhadap SOP dan kode etik. Bukan tentang mengekspos aurat, melainkan ada pelanggaran kode etik terkait dengan pergaulan dan pakaian. Ya, pada saat konser," katanya sebagai kutipan dari iNews.

Khairul berulang kali menjelaskan bahwa Novi dipecat sebagai guru karena melanggar prosedur dan kode etik sekolah.

Terakhir, ia mengaku bahwa sehari sebelumnya yayasan telah dikunjungi oleh anggota polisi.

"Kita hanya mengkonfirmasi tanggal 5 Februari saja. Karena regulasi dan kode etik yayasan berlaku bukan hanya di sekolah, tetapi juga bagi semua guru dan karyawan," ucapnya.

Dia mengaku keputusan memecat vokalis band Sukatani sama sekali bukan karena ada ancaman dari pihak berwajib.

"Tidak ada (pengaruh polisi). Kami baru tahu bahwa ada SOP dan kode etik yang dilanggar oleh ibu Novi. Dari polsek dia hanya bertanya tentang data apa ibu Novi pernah bersekolah di SD atau tidak, hanya sampai di situ tidak ada yang menyinggung konser," katanya.

Pendiri Lokataru Haris Azhar merasa bingung dengan alasan keputusan sekolah untuk mengusulkan penggantian vokalis band Sukatani sebagai guru.

Haris mengatakan bahwa Islam juga mengajarkan kita untuk tidak menyebarluaskan berita atau informasi palsu tentang orang lain.

Menurut Haris, selama penampilan Novi, ia selalu menutupi wajahnya dengan topeng.

Dia selalu mengenakan lengan panjang dan kaki tertutup.

"Saya ingin memberitahu bapak bahwa bicara haruslah hati-hati, tidak melibatkan aurat saya yang khawatir, Sukatani malah semakin tertutup. Karena Novi menjaga aurat maka dia muncul dengan topeng seperti itu. Jika sekolah ini menyatakan bahwa dia (Novi) melibatkan aurat, mungkin ada yang memakai kacamata tembus pandang," kata Haris Azhar.

Berbeda dengan pernyataan sebelumnya, Khairul Mudakir kini mengatakan bukti pelanggaran aurat ditemukan di luar panggung penampilan Sukatani.

"Kita tidak hanya melihat pada saat konser saja. Saya menemukan beberapa kasus sebelum konser dan di luar konser," katanya.

Haris Azhar kembali mengungkapkan dugaan bahwa pihak sekolah juga menerima intimidasi dan akhirnya langsung menggugat pengangkatan Novi sebagai guru.

"Tolonglah, Pak Bapak, apakah Pak Bapak diintimidasi oleh polisi? Pak Bapak, sebagai pendidik, tolong jujur agar bangsa ini maju. Jika Pak Bapak berbicara, jangan sampai ditutupi karena polisi yang mengintimidasi sedang ditangani oleh Propam Polda Jateng. Jangan sampai Pak Bapak juga ditangani oleh Propam atau kantornya Pak Nowel. Saya akan mengirimkan laporan ke Sukatani dalam waktu dekat, lalu Pak Bapak akan dimintakan," kata Haris.

Haris Azhar merasa aneh dengan alasan sekolah memecat Novi sebagai guru.

Novi digugurkan beberapa jam setelah dia dipanggil untuk menjelaskan ke sekolah.

"Sangat aneh pelanggaran berat hanya dalam waktu beberapa jam dapat diberhentikan, padahal tidak ada bukti visualnya. Bahkan dirinya ditutup lebih rapat dari orang yang memakai burka. Jadi, saya ingin bertanya, Bapak Anda merasa diintimidasi oleh oknum tersebut? Atau ada yang menghubungi Anda untuk meminta agar yayasan ini ditutup jika Anda tidak menghentikan yayasan ini?" kata Haris Azhar.

Kepala Sekolah yang Mencabut Izin Vokalis Sukatani

Kepala Sekolah SD IT Mutiara Hati memecat Novi Citra Indriyati, vokalis band Sukatani, dari jabatan guru karena mempertanyakan aurat.

Dalam sebuah siaran TV Metro TV News, Eti Endarwati menceritakan kronologi pemecatan Novi.

"Pada tanggal 5 Februari, kami mengetahui bahwa Novi termasuk dalam grup band. Informasi ini kami temukan dari media sosial, yaitu melalui kanal Youtube," kata Eti Endarwati pada Senin (24/2/2025).

Informasi tentang aktivitas Novi yang bergabung dengan band membuat pihak sekolah memulai penyelidikan.

Novi mengungkapkan keheranannya setelah melihat penampilan Novi yang terbuka bersama band Sukatani.

"Itu memang terbukti bahwa Ibu Novi itu masuk dalam grup itu. Yang kami heran, tentang penampilannya, penampilan pakaian yang dipakainya bahkan terbuka auratnya," kata Eti.

Bicara mengenai pernyataan Eti yang mengaku terkejut melihat penampilan Novi saat tampil bersama band-nya, masyarakat juga memperhatikan masa transisi Novi dari direktur sekolah hingga bergabung dengan band.

TribunnewsBogor.com menemukan dari akun GTK Kemdikbud bahwa nama Novi Citra Indriyati terdaftar sebagai guru sekolah Islam di Banjarnegara, Jawa Tengah sejak tahun 2023.

Saat itu, grup musik Sukatani telah dibentuk sejak Oktober 2022.

Novi telah bergabung dengan band Sukatani ketika ia mengajar di sekolah tersebut.

Novi dikenal sudah aktif bermain musik sejak tahun 2013, bahkan sebelum bergabung di Sukatani.

Novi yang dikenal dengan nama Twister Angel juga beberapa kali menjadi vokalis di beberapa band yang berbeda di Purwokerto.

Meskipun suka musik, Novi tidak meninggalkan pendidikannya.

Pada tahun 2017, Novi lulus dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Jurusan Pendidikan guru madrasah ibtidaiyah IAIN Purwokerto.

Empat tahun setelah lulus, Novi baru mendaftar sebagai guru di sekolah Banjarnegara.

Novi baru diterima sebagai guru di sekolah tersebut pada tahun 2022.

Dapat tawaran pekerjaan

Sementara kabar pemecatan Novi menjadi sorotan, nasib vokalis band Sukatani itu kini berubah menjadi beruntung setelah menjadi viral.

Novi baru-baru ini menerima tawaran pekerjaan dari Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif.

Pada akun media sosialnya, Fahmi menyoroti kemunculan tiba-tiba band Sukatani.

Fahmi tidak ingin melewatkan kesempatan untuk mengunjungi Purbalingga, tempat asal dua personel band Sukatani.

Fahmi menyatakan bahwa dia siap menerima Novi jika ia ingin menjabat sebagai guru di Purbalingga, tempat kelahirannya.

"Saya dengan tangan terbuka siap menerima Bapak Novi jika berkenan untuk mengabdi di Purbalingga. Kami siap memfasilitasi dan mensupport," kata Fahmi.

"Sebagai Bupati Purbalingga dan istri saya mba Novi, serta suami saya sebagai warga Kabupaten Purbalingga, saya sebagai Bupati, ini tugas kami, apa yang bisa pemerintah kabupaten lakukan untuk melindungi masyarakatnya, seperti ini yang kami lakukan," kata Fahmi.

"Apakah yang bisa kami lakukan adalah mencari solusi ke depannya, jadi kami membuka diri, jika Mba Novi berkeinginan untuk mengabdi di kabupaten Purbalingga, kami akan mendukung dan memfasilitasi," lanjutnya.

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com

Editor : Pimred Laksamana.id
Tag: