Dalam prosesi ini, pengantin pria meletakkan beras, jagung, dan uang di pangkuan pengantin wanita. Ritual ini menggambarkan tanggung jawab suami dalam mencari nafkah, sedangkan istri harus mengelola dengan bijak.
Setelah acara Kacar-Kucur, pasangan suami istri melakukan hidangan klimah, yaitu makan bersama dengan cara menyuapi satu sama lain. Ini menjadi simbol kebahagiaan dan kebersamaan dalam rumah tangga.
Sebagai penutup, pengantin melangsungkan pujian kepada kedua orang tua dan sesepuh keluarga. Dengan penuh hormat, mereka memohon doa restu agar rumah tangga yang dibangun mendapat berkah dan kebahagiaan.
Editor : Pimred Laksamana.id
