Pada malam Midodareni, calon pengantin wanita melakukan ritual hati ayam, yaitu memakan hati ayam. Ritual ini memiliki filosofi bahwa seorang istri harus bisa memenangkan hati suaminya dalam kehidupan rumah tangga.
Sementara itu, proses pernikahan adat Solo pada hari itu melibatkan 11 tahapan penting.
Bertujuan untuk menjadikan pernikahan sebagai ijab qabul yang dilakukan sesuai dengan ajaran agama masing-masing. Dalam adat Jawa, upacara pernikahan biasanya diselenggarakan di rumah calon pengantin wanita, dihadiri oleh keluarga dan saksi-saksi.
Setelah menikah, pasangan suami istri melakukan prosesi Panggih Manten, yaitu pertemuan pertama pasangan setelah pelaksanaan akad nikah. Berikut beberapa tahapannya:
Pemberian hadiah kepada orang tua pengantin wanita merupakan tanda perasaan bakti dan penghormatan.
Keduanya melempar gantal (sirih) sebagai tanda cinta dan kasih sayang mereka.
Pria yang baru menikah menginjak telur, lalu kakinya dibersihkan oleh perempuan yang baru menikah. Ini melambangkan bahwa suami bertindak sebagai kepala keluarga, sedangkan istri bersedia menemani dan menolongnya dengan ikhlas.
Mereka siap menjalani kehidupan berdua.
Seorang pengantin perempuan duduk di pangku ayahnya, menunjukkan kasih sayang yang sama besarnya antara orang tua terhadap anaknya.
Ayah dan ibu pengantin membawa pengantin ke altar pernikahan, menandakan bahwa mereka telah melepaskan anak mereka untuk memulai kehidupan bersama yang baru.
Editor : Pimred Laksamana.id
