Scroll untuk baca artikel

Kabar Terbaru Kasus Vokalis Band Sukatani Setelah Bertemu Pengurus Sekolah

Kabar Terbaru Kasus Vokalis Band Sukatani Setelah Bertemu Pengurus Sekolah
Kabar Terbaru Kasus Vokalis Band Sukatani Setelah Bertemu Pengurus Sekolah

Tapi, pertanyaan yang masih mengembara di pikiran kita semua adalah: apakah Sukatani akan membawakan lagu Bayar Bayar Bayar?

Toro mengatakan bahwa panitia tidak memberikan tekanan apa pun kepada duo tersebut. "Jika mereka ingin membawakan, ya silakan, kalau tidak ya tidak masalah. Kami mendukung, tidak mau menekan," katanya.

Ternyata, lagu itu dibawakan oleh Viva City, suatu band punk rock asal Kota Yogyakarta. Malam yang dingin tetap meriah dengan ratusan orang menikmati konser tersebut.

Konser ini sangat mendadak. Diumumkan di media sosial satu hari sebelumnya, tapi responnya sangat luar biasa. Kapasitas venue yang mencapai 600 orang hampir terisi penuh.

"Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada mereka yang telah mendukung Sukatani. Mereka dapat terus berkarya tanpa tekanan," kata Toro.

Yang menarik, meski acara ini mengusung semangat dukungan bagi Sukatani, jalannya tidak terhambat. Izinnya lancar, tidak ada campur tangan dari pihak berwenang, dan yang terpenting, tidak ada kekacauan.

Komentar Pusham

Penarikan lagu band Sukatani berjudul Bayar Bayar Bayar dari platform musik menyebabkan kemarahan masyarakat.

Kedua orang itu juga diminta untuk memohon maaf kepada polisi, menunjukkan wajah mereka secara terang bener.

Padahal, mereka biasanya mengenakan kostum dan tampil di panggung-panggung kecil.

Direktur Riset dan Publikasi Pusat Hukum dan Hak Asasi Manusia Universitas Islam Indonesia (UII), Dr. Despan Heryansyah, S.H., M.H., mengungkapkan kekecewaannya atas tindakan kepolisian yang memaksa band Sukatani membuat lagu mereka diberedel dan membuat video permintaan maaf tanpa topeng.

Editor : Pimred Laksamana.id
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Pengobatan
Terkini