Indeks Lengkap Angin (APLN) menurun dari 0,8 menjadi 0,5 pada tahun 2024.
Selain memperkuat fondasi, ia menyatakan bahwa penjualan aset yang digunakan secara signifikan digunakan untuk mengurangi jumlah utang, termasuk melunasi semua utang dalam dolar AS. Dengan demikian, perusahaan tidak lagi menghadapi risiko fluktuasi nilai tukar yang kini mengalami kenaikan.
"Di mana aset yang telah berkembang dijual untuk menghasilkan keuntungan dari kenaikan nilainya, serta memaksimalkan nilai aset," ungkap Lius.
Harga saham tersebut mencapai Rp87 per saham pada Rabu (19/2). Dibandingkan dengan harga setahun yang lalu, nilai itu telah menurun 29,27% dan dalam 5 tahun terakhir telah mengalami penurunan sebesar 44,23%.
__________
Disclaimer Informasi ini tidak dimaksudkan untuk mengajak pembaca untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Laksamana.id tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
Editor : Pimred Laksamana.id
