Bahasa Indonesia:
Sebaliknya, diklaim sebagai strategi perusahaan untuk memperkuat fondasinya.
Perusahaan yang rajin menjual asetnya. Terbaru, emiten yang telah melantai di bursa sejak November 2010 ini, telah melepas Hotel Pullman Vimala Hills Resort di Ciawi, Bogor, Jawa Barat, pada akhir tahun lalu.
Jika diperhatikan lebih jauh, PT Tiara Metropolitan Indah, anak usaha perusahaan tersebut, telah menjual aset Mal Neo Soho kepada PT NSM Assets Indonesia dengan harga Rp1,44 triliun. Transaksi ini terjadi pada bulan September 2023.
Perseroan tidak ragu untuk menjual aset untuk mendapatkan dana untuk memulai proyek baru.
“Sebenarnya kami telah melakukannya sejak tahun 2017 dengan menjual beberapa aset seperti mal, hotel, dan tanah,” katanya dalam wawancara terbatas, Rabu (19/2/2025).
:
Selama periode 2017-2024, total 7 aset hotel, mal, dan tanah milik APLN telah dijual dengan total nilai mencapai Rp14 triliun. Sebagian besar hasil penjualan digunakan untuk mengcover proyek atau membayar utang yang telah jatuh tempo.
Beberapa contoh proyek itu antara lain Podomoro Park (Bandung), Parkland Podomoro (Karawang), hingga Bukit Podomoro Jakarta. Adapun, utang yang harus dibayar sekitar Rp4 triliun.
Dia mengatakan strategi penjualan tidak menyebabkan nilai aset APLN menurun signifikan. Misalnya, total aset perusahaan mencapai Rp28,79 triliun pada 2017. Hingga kuartal III/2024, total aset perusahaan masih mencapai Rp27,14 triliun.
“Kami justru berhasil menekan utang perusahaan dari Rp3,38 triliun pada tahun 2017 hingga akhir kuartal III tahun 2024 menjadi Rp13,91 triliun,” katanya.
Indeks Lengkap Angin (APLN) menurun dari 0,8 menjadi 0,5 pada tahun 2024.
Selain memperkuat fondasi, ia menyatakan bahwa penjualan aset yang digunakan secara signifikan digunakan untuk mengurangi jumlah utang, termasuk melunasi semua utang dalam dolar AS. Dengan demikian, perusahaan tidak lagi menghadapi risiko fluktuasi nilai tukar yang kini mengalami kenaikan.
"Di mana aset yang telah berkembang dijual untuk menghasilkan keuntungan dari kenaikan nilainya, serta memaksimalkan nilai aset," ungkap Lius.
Harga saham tersebut mencapai Rp87 per saham pada Rabu (19/2). Dibandingkan dengan harga setahun yang lalu, nilai itu telah menurun 29,27% dan dalam 5 tahun terakhir telah mengalami penurunan sebesar 44,23%.
__________
Disclaimer Informasi ini tidak dimaksudkan untuk mengajak pembaca untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Laksamana.id tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
Editor : Pimred Laksamana.id