Scroll untuk baca artikel

Perjuangan Fanny Kondoh untuk Hamil dengan Umur Suami Sisa 6 Bulan

Perjuangan Fanny Kondoh untuk Hamil dengan Umur Suami Sisa 6 Bulan
Perjuangan Fanny Kondoh untuk Hamil dengan Umur Suami Sisa 6 Bulan

Meskipun demikian, dia harus tetap mengikuti peraturan yang ditetapkan, sehingga waktu yang dimiliki semakin menipis.

"Dokternya pas embrio transfer bilang 'Bismillah semoga kamu gantiin papamu ya jagain mama,' ujar Fanny sambil menangis.

Keyakinan Hajime Kondoh

Fanny dan suaminya menghadapi masa sulit itu dengan perjuangan masing-masing. Fanny melakukan transfer embrio sendiri, sementara suaminya mendapat perawatan di rumah sakit.

Meskipun belum mengetahui hasilnya, saat itu Hajime sangat yakin bahwa transfer embrio kali ini sukses.

Haijime telah mempersiapkan nama untuk calon kekasihnya.

Setelah seminggu proses transfer embrio dilakukan, Hajime Kondoh meninggal dunia pada bulan Oktober 2024, sebelum ia tahu tentang kehamilan Fanny.

Disebut Miracle

Fanny yang berjuang sendirian untuk mewujudkan keinginan Papa Udon menjadi cerita unik di klinik bayi tabungnya. Kehamilan Fanny dinyatakan sebagai keajaiban.

Ia berusaha memenuhi wasiat suaminya untuk hamil, melakukan transfer embrio setelah seminggu, istriya hamil, suaminya meninggal," kenang Fanny sambil menangis.

Pernyataannya menirukan kata-kata dokter kepada dia.

Fanny ingin memiliki anak

Kondisi kesehatannya yang menyebabkan Hajime Kondoh tidak bisa hidup lebih lama, membuat Papa Udon sangat menginginkan Fanny memiliki anak secepatnya.

Editor : Pimred Laksamana.id
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Pengobatan
Terkini