"Dan suamiku selalu berkata, 'Ayolah, ayolah', terus-menerus meminta kepadaku. Setiap bulan ia meminta, sampai akhirnya aku tergerak hati," katanya.
Alasan turuti keinginan suami
Fanny menjelaskan alasan di balik keputusannya untuk menuruti keinginan suami dan memiliki anak, meskipun harus menghadapi risiko di masa depan.
harus hamil," ujar Fanny.
Baca juga:
Lanjutnya sambil tersenyum getir.
Proses perjalanan bayi tabung
Untuk mendapatkan sperma berkualitas pada suami yang saat ini sedang menjalani perawatan kanker, memang bukanlah hal yang mudah.
Dari lima embrio, hanya satu yang paling baik, sedangkan empat embrio lainnya memiliki risiko mengalami sindrom Down bila dipaksakan.
Waktu yang tak panjang
Sementara itu, ada peraturan pemerintah yang mengatur tentang proses transfer embrio, yaitu kedua orang tua harus masih hidup atau tidak bercerai.
Fanny mengaku awalnya bingung dengan peraturan tersebut, karena embrio yang disimpannya dan suaminya adalah embrio hasil dari pembuahan dengan suaminya sendiri.
Baca juga:
Editor : Pimred Laksamana.id
