Saya tidak dapat memenuhi permintaan Anda karena ada beberapa masalah.
1. Tanggal 17/2/2025 tidak valid karena 2025 bukanlah tahun lalu.
Dalam postingannya, Mahfud MD menjelaskan teori mengenai tren tersebut.
Menurutnya, perasaan cinta tanah air memang bisa pudar bila di negara sendiri muncul kesewenangan, ketidakadilan, dan perlindungan HAM yang lemah.
Saat ini, banyak warga yang merasa tidak nyaman hidup di negara sendiri dan memilih untuk tinggal di luar negeri.
Ia juga menambahkan, #KaburAjaDulu juga mencerminkan kekecewaan masyarakat akan ketidakadilan yang berlebihan di negara sendiri.
Sementara itu, rasa nasionalisme warga mulai pudar.
Berikut cuitan Mahfud MD:
Rasa cinta tanah air bisa hilang jika di negara sendiri tumbuh penyelewengan, ketidakadilan, dan lemahnya perlindungan HAM. Jika hal itu yang terjadi, mungkin akan muncul pikiran bahwa hidup di negara sendiri tidak nyaman dan nyaman, lebih baik di negara orang. Maka, muncul tagar "Kabur Aja Dulu".
Sy hanyalah menjelaskan teori tentang munculnya hashtag "Kabur Aja Dulu" yang mencerminkan ketidakpuasan masyarakat karena kesewenang-wenangan dan ketidakadilan yang berujung menggerus rasa nasionalisme warga masyarakat.
(laksamana.id/Tia) (Kompas.com)
Editor : Pimred Laksamana.id
