Scroll untuk baca artikel

Sosok Janu, Kuliah di Inggris lewat LPDP, Kini Jadi Penjual Sayur di Sleman

Sosok Janu, Kuliah di Inggris lewat LPDP, Kini Jadi Penjual Sayur di Sleman
Sosok Janu, Kuliah di Inggris lewat LPDP, Kini Jadi Penjual Sayur di Sleman

Janu menerima dana dan fasilitas yang cukup untuk mengembangkan bisnisnya. Semakin banyak dia berinteraksi dengan masyarakat, Janu menyadari keinginannya untuk membantu lebih banyak orang.

"Kepada masyarakat yang telah mendukung saya sepanjang waktu ini, saya mengucapkan terima kasih," katanya. "Karena dimana pun saya melangkah, saya akan kembali ke tempat asal saya," tambahnya.

Sayur Sleman yang awalnya hanya menjadi platform pemasaran sayur online telah berkembang dan menawarkan beberapa program tambahan.

Melalui program Sayur Sleman Berbagi Janu, mereka berusaha membantu warga yang masih kesulitan memenuhi kebutuhan dengan mengirimkan donasi dari dermawan berupa paket sayur, lauk, dan buah kepada warga kurang mampu. Banyak pelanggan mereka yang kemudian berbelanja sambil berderma.

“Melalui program sedekah, saya setiap hari Jumat pagi dan Minggu pagi di tiga titik di Yogyakarta. Nah, sebagian keuntungan ini juga kami salurkan ke sana. Tapi, rata-rata orang-orang malah meminta sedekah berupa sayuran,” kata pengusaha agrikultur ini.

Dikutip dari sayursleman.id, program itu telah berjalan sejak September 2020 dan telah menyampaikan lebih dari 100 juta rupiah kepada 220 penerima manfaat.

Selain itu, program lainnya adalah Sayur Sleman Academy, yaitu program pelatihan untuk meningkatkan minat dan kemampuan generasi muda usia 15-40 tahun maupun masyarakat umum dalam berwirausaha sosial.

Salah satu tujuan utamanya adalah memberikan solusi atas masalah sosial dengan membuka usaha yang menghasilkan nilai sosial (kebermanfaatan) bagi masyarakat miskin. Programnya sangat beragam, mulai dari pemasaran digital, pelatihan kewirausahaan, agribisnis, manajemen organisasi, hingga pembuatan kompos dan pestisida alami.

“Ternyata rupanya sejak awal bisnis saya hanya berfokus pada bagian akhir atau akhir dari rantai supply chain, ternyata tidaklah cukup. Ternyata masalah sebenarnya ada di awal. Awalnya adalah sulitnya menemukan petani atau anak muda yang mau menjadi petani. Di situ itulah kita ingin memberikan pendidikan kepada lebih banyak generasi muda untuk berminat terjun di bidang pertanian,” kata Pendiri Sayur Sleman itu.

Janu tidak merasa penyesalan apapun saat ini. Meskipun awalnya orangtuanya menginginkan Janu menjadi PNS (Pegawai Negeri Sipil), sekarang mereka menjadi orang yang paling bahagia dengan pekerjaan Janu karena ada yang meneruskan profesi mereka.

Editor : Pimred Laksamana.id
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Pengobatan
Terkini