Anggota Dewan Pembina Gerindra Dahnil Anzar Simanjuntak memberikan komentar mengenai statement Presiden Prabowo Subianto saat membuka Kongres XVIII Muslimat NU.
Presiden Prabowo Subianto membicarakan tentang Raja Kecil yang menolak kebijakan penghematan anggaran atau pengurangan pengeluaran.
Dahnil mengungkapkan pernyataan Presiden Prabowo dalam forum terbuka, mirip dengan surat peringatan atau SP-2.
Ia kemudian menyebutkan langkah-langkah yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto yang sangat efisien, langkah-langkah yang sangat jarang dilakukan oleh Presiden RI sebelumnya.
Mantan Menteri Pertahanan, Prabowo, saat menjabat menyampaikan bahwa Presiden Prabowo melihat secara langsung detail alokasi anggaran di seluruh kementerian.
Itulah, kata Dahnil, dilakukan bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani.
"Ia menemukan anggaran-anggaran yang tidak efektif, yang sebenarnya tidak perlu digunakan. Dan rezim anggaran seperti itu telah dinikmati oleh banyak pihak selama ini," ujar Dahnil, seperti dikutip dari akun YouTube CNN Indonesia, Rabu (12/02/2025).
Menurut Dahnil, hal yang sama yang menyebabkan perubahan besar terjadi ketika Prabowo melakukan penyelidikan anggaran dan menemukan angka Rp 306 triliun.
Dahnil menyebutkan, besaran anggaran itu kemudian dialihkan ke program-program yang lebih menopang kebutuhan masyarakat Indonesia secara langsung.
"Nah, di tahapan itu saya menggunakan istilah ketidakpatuhan atau ketidaktaatan, contohnya beberapa pihak yang disebutkan oleh Presiden Prabowo sebagai raja-raja kecil yang mempertahankan status quo di birokrasi dan itulah yang diperingatkan oleh Pak Prabowo," katanya.
Editor : Pimred Laksamana.id
