Dedi Mulyadi memberi peringatan kepada guru tentang tidak menggunakan media sosial selama mengajar.
Gubernur Jawa Barat Terpilih ini melarang setiap guru menyenyum sambil menari di kelas dan juga membuatnya di berbagi di media sosial.
"Ia mengajak para guru untuk menitikberatkan perhatian mereka pad<dynamicjadrian bukan mencari pengikut.
Dedi berharap guru tidak lagi melakukan kegiatan media sosial di sekolah yang tidak terkait dengan waktu belajar.
Misalnya, kata Dedi, guru langsung bergoyang-goyang di ruang kelas, memperlihatkan baju dan sepatu yang dikenakannya.
Setelah itu, ia menampakkan keindahan yang ada baginya untuk menarik perhatian netizen.
, Jumat (7/2/2025).
Dedi meminta sang guru untuk memperhatikan secara khusus kebutuhan belajarnya.
Media sosial terkait sekolah hanya boleh digunakan untuk memposting kegiatan siswa yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan dan meningkatkan kreativitas siswa di sekolahannya.
Selain itu, guru ditugaskan untuk berfokus pada tugas mengajar.
Editor : Pimred Laksamana.id
