Scroll untuk baca artikel

Jalanan Hancur, Masyarakat Menginap di Hutan dalam Kondisi Badan Berlumpur

Jalanan Hancur, Masyarakat Menginap di Hutan dalam Kondisi Badan Berlumpur
Jalanan Hancur, Masyarakat Menginap di Hutan dalam Kondisi Badan Berlumpur

Saya hanya bisa mandi kalau ada sungai di sekitar hutan. Jika tidak ada, malam ini akan saya habiskan dengan bernapas kering di badan lumpur.

Harga Bahan Pokok Naik

Kondisi jalan yang sulit memungkinkan, harga bahan kebutuhan pokok dan penting (Bapokting) juga ikut meningkat.

Oktavianus mengatakan bahwa biaya transportasi penumpang dari Krayan Selatan ke Krayan Barat, yang biasanya Rp 150.000 per orang, kini meningkat menjadi Rp 350.000 per orang.

Biaya ini hanya berlaku untuk satu kecamatan dan akan meningkat jika melampaui kecamatan lainnya.

Untuk memenuhi kebutuhan belanja, masyarakat Krayan Selatan harus terlebih dahulu menuju Krayan Barat, kemudian melanjutkan perjalanan ke Krayan Induk, yang merupakan tempat penjualan berbagai kebutuhan. Banyak barang yang tersedia di wilayah ini datang dari Malaysia.

"Harga sewa mobil biasanya Rp2,5 juta, sekarang bisa menjadi Rp3 juta hingga Rp4 juta, tergantung dengan persetujuan sopir," katanya.

Jembatan Darurat Hanyut

Kesulitan warga di Krayan Selatan semakin memburuk sejak jembatan Sungai Bude terhanyut. Jembatan darurat yang sebelumnya dibangun kembali hanyut pula akibat banjir yang berkepanjangan.

"Banyak sekali warga swadaya membangun jembatan sementara, tapi hancur lagi kalau banjir terus-menerus," ujarnya.

Saat ini, jembatan darurat di Sungai Bude hanya terdiri dari tiang kayu utuh yang berpotensi membahayakan pengembara menerus.

"Apa yang membuat kami khawatir adalah anak-anak sekolah. Suplai BBM harus ditugal per jerigen melintas di jembatan itu," tambahnya lagi.

Editor : Pimred Laksamana.id
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Pengobatan
Terkini