Karena takut bisnisnya digagalkan, orang tersebut kemudian digunakan untuk meminta uang dari korban dengan alasan untuk menangani dokumen-dokumen.
Dia mengatakan bahwa jika mereka belum lengkap mendapat rangkuman surat-suratnya, maka bisnis akan ditutup terlebih dahulu, jelas Arianto, Sabtu (18/1/2025), mengutip Tribun Bengkulu.
Seorang pemilik usaha lain yang berada di sekitar warung bakso korban juga telah ditanya oleh korban.
Menurut kejadian, pelaku hanya sempat mengunjungi korban dan tidak pernah mengunjungi tempat lain di sekitarnya.
Bukan hanya di sini saja dia datang, tidak ada di tempat lain, memang pagi-pagi sekali dia datang dan langsung ke sini.
"Ia tidak mengenakan seragam, ia mengenakan baju koScreenlewat, katanya semuanya ingin melanjutkan ke lokasi tempat orang meninggal," imbuhnya.
Korban yang masih percaya masih menanti kedatangan pelaku menurut jadwal yang telah ditetapkan, yaitu 13 Januari 2025.
Tetapi setelah korban menunggu sampai dengan tanggal yang telah ditetapkan, pelaku tidak pernah mendatanginya sebagaimana yang telah mereka tentangkan.
Dimanuel ditunggu beberapa hari lalu, tetapi pelaku belum pernah datang.
Itu begalamn saat korban baru menyadari jika dirinya sudah menjadi korban penipuan.
Editor : Pimred Laksamana.id
