Sahrin juga menambah variasi produknya yang dijual di pasar, yaitu kacang goreng dan cabai rawit.
"Saya menjual kacang goreng dan cabai rawit hanya tambahan saja. Yang utama saya menjual buah kenari kering dan halua," kata Sahrin.
Kini, kenari panjang panjang di jual dengan harga Rp 5.000 per paket. Sementara itu, kenari bulat yang berisi lima dijual dengan harga Rp 10.000 per paket.
Harga besar adalah Rp 30 ribu dan harga cup kecil adalah Rp 10 ribu.
Bahan baku berupa buah kenari dengan kualitas unggulan didapatkan dari Pulau Makian, dan ditakdirkan hanya dengan modal kepercayaan dari para petani kenari.
Baca juga:
“Lidah ini merupakan aset utamanya, jadi bisa dipercaya orang kita. Jadi kita sangat menjaga kepercayaan masyarakat. Seringnya, kapling sudah siap dibeli seharga 50-60 kilogram. Belum membayar, kita terlebih dahulu menjual habis baru disimpan.”
"Selalu saya berusaha menjaga keberadaan modal agar saya bisa terus berjualan. Keuntungan itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, namun modal harus tetap ada. Supaya bisnis bisa terus beroperasikan," ujar Sahrin.
Anak-anak jadi sarjana
Sementara sibuk menjalankan usaha Tato (berjualan), ia tidak pernah melupakan pentingnya menginspirasi dan meningkatkan kepercayaan diri sembilan anaknya agar tidak perlu merasa malu bahkan tanpa adanya ayah.
Dan kebiasaan baik itu turut menanamkan kesadaran pada diri mereka sendiri. Meskipun tidak perlu diminta, setiap mereka pulang sekolah selalu membantu mengolah kenari menjadi haluah.
Editor : Pimred Laksamana.id
