DeepSeek mampu membahayakan ambisi Amerika Serikat (AS) untuk mengendalikan kompetisi kecerdasan buatan (AI). Kemampuan DeepSeek yang dapat mengalahkan model AI yang dibuat oleh perusahaan AS dengan biaya yang lebih efisien membuatnya menjadi ancaman serius bagi AS.
Baca juga:
Alarm bagi AS
DeepSeek tampaknya telah menimbulkan peringatan bagi Amerika Serikat bahwa dominasinya tidak akan bertahan lama. Kehadiran model AI terbaru DeepSek pada 20 Januari lalu telah mempengaruhi indeks saham, terutama saham perusahaan teknologi Amerika.
Keesokan harinya (29/1/2025), pasar saham perusahaan teknologi Amerika Serikat mengalami penurunan pembatasan. Saham perusahaan teknologi Airbnb Coin (ABNB) mengalami tiga kali lipat lipat penurunan pembatasan dalam tiga hari terakhir.
Hingga kini, jumlah yang disebutkan itu mencatatkan kerugiannya terbesar paling banyak yang pernah dialami oleh sebuah saham dalam satu hari. Pencatatan sebelumnya dimiliki Meta tiga tahun yang lalu saat kerugian nilai pasar hingga sekitar $240 miliar juga tercatat.
Perusahaan seperti Meta (META), Alphabet (GOOGL), induk perusahaan Google, dan Oracle (ORCL) turun tajam. Selain itu, saham-saham lainnya seperti Vertiv, Constellation, NuScale, dan perusahaan pusat data lainnya juga anjlok.
Analis investasi di lembaga keuangan Truist, Keith Lerner mengatakan, akibat adanya DeepSeek, pasar saat ini mulai menanyakan kemampuan perusahaan-perusahaan AS di bidang teknologi AI, yang selama ini selalu dipandang sebagai contoh unggul.
"Rilis model DeepSeek membuat para investor bertanya-tanya apakah perusahaan AS ini memiliki kelebihan kompetitif dan berapa banyak biaya yang dikeluarkan serta apakah pengeluaran tersebut akan menghasilkan laba (atau bukan pengeluaran yang berlebihan)," kata Lerner, dikutip dari CNN Business.
Sementara itu, menurut kepala strategi investasi di Saxo, Charu Chanana, dengan teknologi yang lebih efektif, DeepSeek yang mulai berkembang memiliki kemungkinan besar untuk menarik minat investor karena tampak menawarkan pertumbuhan yang cerah.
Invasi DeepSeek ini membawa kekhawatiran bagi AS, tidak hanya dari sisi perekonomian, tetapi juga dari sisi perkembangan Teknologi Perangkat Lunak. Pimpinan Microsoft, Satya Nadella mengatakan, perusahaan AS, khususnya yang berfokus pada bidang Teknologi Perangkat Lunak, harus berhati-hati dengan langkah dan perkembangan DeepSeek dan Teknologi Perangkat Lunak China lainnya.
Editor : Pimred Laksamana.id
