Baca juga:
Dalam laporan tersebut, ChatGPT mendominasikan pangsa pasar 59,05 persen. Pada urutan kedua, ada Copilot dari Microsoft dengan 14,30 persen. Kemudian, urutan ketiga dan keempat diisi Gemini dari Google dengan 13,40 persen dan Perplexity dengan 6 persen.
Namun, kekuasaan tersebut dilawan oleh DeepSeek. Pada hari ini, Selasa (28/1/2025), di toko aplikasi Apple, DeepSeek berhasil menyandang peringkat satu di daftar aplikasi produktivitas.
Dalam daftar tersebut, peringkat DeepSeek sangat jauh melebihi Gonggong ChatGPT pada ranking kedelapan. Hal ini karena kinerja luar biasa dari DeepSeek R-1 dan DeepSeek V-3.
Model AI DeepSeek menurutnya lebih unggul daripada model AI buatan Open AI yang terbaru, yaitu OpenAI o1. Selain itu, menurut data di platform benchmark model AI, DeepSeek memiliki nilai yang lebih tinggi dibanding model buatan perusahaan AS.
Pada benchmark uji coba pemahaman konteks (DROP, 3-shot F1), misalnya, DeepSeek V3 memiliki skor 91,6 poin, yang jauh lebih tinggi dari Llama 3.1, Claude 3.5, dan GPT-4 yang masing-masing mengklaim memiliki skor 88,7, 88,3, dan 83,7 poin.
Lalu, untuk menyelesaikan soal matematika tingkat internasional, seperti AIME 2024, MATH-500, serta CNMO 2024, DeepSeek V3 memiliki skorperforma masing-masing benchmark mencapai 39,2, 90,2, dan 43,2 poin.
Dalam benchmark yang sama, Llama 3.1, Claude-3.5, dan GPT-4 masing-masing mencapai skor 23,3, 16,0, dan 9,3 poin di tes AIME 2024; 73,8, 78,3, dan 74,6 poin di tes MATH-500; serta 6,8, 13,1, dan 10,8 poin di tes CNMO 2024.
Baca juga:
Selain memiliki kemampuan lebih baik dari pada teknologi sebelumnya, DeepSeek ternyata juga dikembangkan dengan biaya yang lebih rendah karena dinormalkan oleh regulasi AS yang mendominasi pengembangan AI.
Editor : Pimred Laksamana.id
