Setahun kemudian, ia melanjutkannya dengan menghadiri kursus penegakan hukum narkotika di Washington, Amerika Serikat.
Sertifikasi dari beberapa kursus yang telah dia ikuti membawanya ke Markas Besar Polri di bidang reserse narkotika pada tahun 1976.
Pada tahun 1980, ia dinaikkan pangkat menjadi kolonel setelah menyelesaikan pendidikan kepolisian di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Sesko ABRI).
Pada tahun 1985, Mandagi menjabat di posisi Narcotics Desk Officer di organisasi Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara, atau dikenal juga dengan nama ASEAN. Pada tahun 1989, ia menjabat selama tujuh bulan sebagai Sekretaris Direktorat Bimbingan Masyarakat yang merupakan struktur di Polri.
Pada tahun 1989 hingga 1992, Mandagi diangkat menjadi pelaksana utama dalam pengamanan Divisi Publikasi (sekarang Divisi Humas) di polisi.
Jeanne Mandagi diangkat menjadi Brigadir Jenderal pada tahun 1991, yang merupakan perempuan pertama di Indonesia yang membuntuti pangkat Jenderal Kepolisian.
Jeanne Mandagi juga pernah menjabat sebagai Konsultan Ahli di Badan Narkotika Nasional (BNN dan aktif dalam penanganan pemberantasan narkoba di Indonesia
Dapat dikatakan bahwa Mandagi merupakan inspirasi bagi seorang wanita Indonesia karena ia memiliki sifat feminin, peran ibu yang mendampingi, sederhana, berani, dan peduli akan masa depan generasi muda.
Ia bahkan dititipkan sebagai konsultan senior bagi mantan Jenderal Polisi Madiah dan Presiden Komunitas Polisi Purnawirawan Indonesia memberantas Narkoba (AP2ANI).
Brigjen Jeanne Mandagi juga berpartisipasi dalam mendirikan Yayasan Permadi Siwi sebagai lembaga pengobatan rehabilitasi narkoba.
Editor : Pimred Laksamana.id
