Kita tahu, politik luar negeri sering kali dibungkus dengan retorika moral namun di baliknya ada kalkulasi pragmatis. Bagi Erdogan, sikap keras terhadap Israel berpotensi meningkatkan citra di mata publik Turki yang mayoritas bersimpati pada Palestina. Namun, apakah keberanian ini konsisten jika kelak situasi ekonomi dalam negeri semakin tertekan?
Keputusan Turki memutus hubungan ekonomi dan menutup ruang udara bagi Israel bukan hanya kebijakan diplomatik biasa. Ini adalah pernyataan politik global: bahwa dalam menghadapi tragedi kemanusiaan, ada negara yang berani menempatkan prinsip di atas keuntungan ekonomi.
Meski penuh risiko, langkah ini menunjukkan bahwa politik masih bisa menjadi arena moral, bukan sekadar kalkulasi untung-rugi. Dunia tentu akan menilai, apakah tindakan Turki akan menjadi pemicu perubahan lebih besar di kawasan, atau hanya menjadi catatan sementara dalam pusaran konflik Gaza.
Apapun hasilnya, editorial ini menegaskan bahwa keberanian Turki telah membuka babak baru dalam diplomasi Timur Tengah: babak di mana kata-kata harus dibuktikan dengan tindakan nyata. (Red/ADRI) Editor : Pimred Laksamana.idSumber : adriyan.web.id