Ironisnya, di tengah kekacauan sistem pengiriman dan retur ini, pembeli barang di Ternate sudah menyatakan pembatalan secara resmi karena keterlambatan pengiriman yang tidak wajar. Sebagai konsekuensinya, konsumen pengirim di Banyuwangi kini harus menanggung sendiri kerugian barang dan biaya kirim yang tidak kecil, tanpa ada inisiatif pertanggungjawaban dari pihak J&T.
Pembatalan dari pihak pembeli seharusnya menjadi alarm tanggung jawab bagi pihak jasa ekspedisi, karena secara hukum dan etika bisnis, kerugian tersebut terjadi sebagai akibat langsung dari keterlambatan dan kegagalan distribusi oleh J&T.
Konsumen mendesak J&T Express untuk:
1. Mengembalikan seluruh biaya pengiriman (dua kali pengiriman) yang telah dikeluarkan namun gagal dikirim dengan baik. Editor : Yanto