Scroll untuk baca artikel

Petani Rembang Mulai Tanam Bawang Merah, Luasan Capai 80 Hektare

Petani Rembang Mulai Tanam Bawang Merah, Luasan Capai 80 Hektare
Petani Rembang Mulai Tanam Bawang Merah, Luasan Capai 80 Hektare

“Selama pengolahan lahan dilakukan dengan baik, seperti adanya saluran pembuangan air dan pembuatan guludan, maka penanaman bawang merah tetap memungkinkan meski di musim kemarau basah seperti saat ini. Cuaca yang lembap berpotensi memunculkan OPT (Organisme Pengganggu Tanaman), khususnya jamur. Sehingga pemantauan pertanaman harus dilaksanakan secara intensif,” jelasnya.

Tanaman bawang merah umumnya siap panen sekitar tiga bulan setelah tanam.

Dari sisi distribusi, hasil panen bawang merah tidak hanya dipasarkan di wilayah lokal Rembang, tetapi juga dikirim ke luar daerah hingga Jakarta. Produk dari Kecamatan Sumber bahkan rutin dipasarkan melalui Pasar Tani yang digelar oleh Dintanpan Rembang, sebagai upaya mempertemukan petani langsung dengan konsumen.

“Harga jual bawang merah sangat fluktuatif. Saat ini, harga di tingkat petani berkisar Rp30 ribu per kilogram. Sementara harga eceran di pasar mencapai Rp35 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram,” pungkasnya.

Sebagai informasi, pada tahun 2023 lalu, dengan luasan tanam mencapai 124,50 hektare, petani di Kabupaten Rembang mampu menghasilkan 9.691 kuintal bawang merah, dengan produktivitas rata-rata 77,84 kuintal per hektare.

Editor : Pimred Laksamana.id
Sumber : Team
Bagikan

Berita Terkait
Terkini