"Melakukan sujud dengan sungguh-sungguh merupakan metode untuk membangkitkan sekitar 2 juta jaringan sel pada otak. Berdasarkan hal ini, saya semakin percaya terhadap hipotesis ilmu saraf tersebut," ungkap peneliti senior dari Aivita Biomedical Inc, AS itu.
Topik-topik dalam diskusi mencakup neurosains serta kreativitas dalam penciptaan makhluk hidup di Bumi, menjadi fokus pidato Ramadan oleh Prof. Dr.
Pada Taruna Ikrar di Masjid Istiqlal Jakarta (Sabtu, 8 Maret 2025) serta di Masjid Al Markaz Al Islami Makassar pada Kamis (13 Maret 2025), selama bulan Ramadhan tahun Hijriyah 1446 ini, beberapa bagian telah tertanam dalam pikiran saya ketika berada di Madinah.
Dia menyebutkan bahwa saat melaksanakan ibadah haji, dirinya sering kali melakukan pembacaan yang cukup luas dan kemudian mencatat kisah-kisah serta pengalamannya di Baitullah ke dalam beberapa artikel.
"Perbanyak sujud, introspeksi, zikir dan berdoa." ujarnya yakin dengan mata berair.
Jujur aku lebih banyak bertanya dan coba jadi pendengar aktif.
Sebagai seorang jurnalis, saya tidak bisa menahan diri untuk mengajukan pertanyaan tentang ujian gelar akademik yang membelenggu para Dokter Taruna di negera kita ini dalam dua tahun terakhir.
Beberapa tanggapannya bersifat off the record. Meskipun demikian, ia mengakhiri topik yang penting dan penuh emosi tersebut dengan respons yang bersifat kualitatif dan spiritual.
Saya perhatikan, Dokter Taruna menarik napas dalam-dalam sebelum memberi jawaban.
"Beginilah nasibku bisa haji pada tahun ini. Aku semakin tenang dalam menyikapi hal itu. Di sini, tepat di tempat dan waktu ini, aku dirancangkan untuk melakukan refleksi batin. Inilah saat mubāḥalah," ungkap Dr. Ikrar, sekali lagi matanya berkaca-kaca.
Editor : Pimred Laksamana.id