Sejujurnya, saat itu tidak terlalu ingin makan di restoran berkelas bersama rombongan haji Plus.
Pilihan sarapan di hotel yang disewa Tazkiyah sangat elegan dibandingkan dengan breakfast biasa bagi jemaah. Kedua opsi tersebut cukup berbeda.
Jamaah haji reguler menyantap nasi dos saat sarapan. Pilihan makanan pagi hari mereka konsisten, baik prasmanan maupun pemesanan langsung. Sesuai kebutuhan.
Menu sarapan untuk jamaah Tazkiyah memiliki beragam pilihan, minimal terdapat dua belas jenis hidangan. Terdapat prasmanan bertema Barat, aneka roti, keju dalam bentuk cair maupun padat, selai, susu karamel, serta hidangan sayuran segar.
Terdapat gaya buffet ala Arab yang mencakup hidangan seperti kari daging sapi, sisa paha domba, roti maryam, hingga nasi kebuli.
Terdapat masakan Indonesia yang mencakup puluhan ragam minuman serta berbagai jenis buah.
Dari jasa makanan ini, saya semakin percaya bahwa harga memang tidak pernah menipu.
Pilihan menu makanan prasmanan di hotel, penanganan bagasi, serta fasilitas transportasi dan dukungan doa dan perawatan medis individual membedakannya antara umrah regular dengan umrah khusus.
Terdapat beragam topik pembicaraan bersama Dokter Taruna.
Mulai tema layanan haji, relasi ibadah haji dengan neorosains, politik nasional, Jokowi, Anies Baswedan, Prabowo Subianto, hingga pengalaman spiritual berbasis medis.
Editor : Pimred Laksamana.id