Bersama dengan Dr. Wachyudi Muchsin, dokter militer turut mengecek kesehatan 210 jemaah haji tambahan yang berasal dari 10 perusahaan penerbangan umrah dan haji bersamas Himpuh.
Kebetulan, Tazkiyah Mandiri Travel jadi "consortium leader" di musim haji itu dan membawa dua dokter, paramedik dan beberapa pembimbing ibadah.
"Prof Taruna ini adalah konsultan medis. Saya dokter dan juga berperan sebagai tenaga paramedis, serta apoteker sekaligus membantu mengangkat tas para jemaah," ungkap Dr dr Wahyudi Muchsin SH, MKes (43), saat memperkenalkan posisi Taruna kepada penulis di area lobi hotel.
Tertawaan dokter Yudi mengenai Prof Taruna sangat serius dan dapat dibuktikan.
Pertama, pada masa tersebut, Prof Taruna telah memasuki tahun kedua menempati posisi sebagai Direktur Members at Large di International Association of Medical Regulatory Authorities (IAMRA), yang juga dikenal sebagai Konsil Dokter Se-Dunia.
Para ahli neurosain dan pakar farmakologi dengan kualifikasi internasional tersebut telah mengabdi sebagai Direktur di Konsil KeDokteran Indonesia (KKI) selama lebih dari satu tahun. Sementara itu, Dr. Yudi sedang merancang program untuk melanjutkan studinya dalam disiplin ilmu kesehatan.
Kedua, Pembimbing Ibadah Haji dari Konsorsium Salahuddan Ayubi hadir sebagai saksi.
Adegan ketemu sang penulis bersama kedua dokter serta guru bimbingan rohani dari konsortium Tazkiyah terjadi di area depan hotel Front Taiba, Jalan Musaabah bin Amir, 1st Markasy, Madinah, tiga tahun yang lalu.
Kedatangan di area depan pintu nomor 339 Masjid Nabawi tidak direncanakan.
Itu sua kebetulan.
Editor : Pimred Laksamana.id