Ketika memilih pilihan sarapan di bufet barat, dia berbisik kepadaku menggunakan bahasa Bugis. "Ternyata mengenalnya cukup dekat dengan Prof Dokter (Taruna)."
Sang jemaah sangat terbantu oleh nasihat-nasihannya. Banyak kandungan spiritual di dalam saran-sarannya tersebut,' kata wanita berdua anak itu.
"Temui dia setelah ia pulang dari Amerika, ketika didirikannya klinik Saga di Makassar," kataku.
Dokter Sukma menyatakan dirinya sangat bersyukur telah menunggu selama dua tahun untuk haji bersama Tazkiyah. Dia merasakan bahwa mereka semua bisa melaksanakan ibadah dengan sungguh-sungguh dan tenang. "Alhamdulillah, kami dapat melakukan ibadah dengan khusyu."
"Pelayanan dalam hal ibadah, kesehatan serta bantuan rohani sangatlah sesuai," ungkap Sukma, peserta Tabungan Haji Tazkiyah, sambil mengunjungi makam suaminya, Dr Firman Basir Matong, orang yang telah wafat di area Pelataran Ka'bah tujuh tahun silam.
Di meja sarapan hotel, percakapan ala jamaah haji mengalir ringanz
Di atas meja tersebut, terdapat Dokter Taruna, Dokter Yudi, serta Doktor Sukma.
Sekitar dua setengah jam, kita bercerita panjang lebar. Aku pergi ke meja buffest tiga kali untuk mengambil makanan yang diinginkan.
Malah kadang-kadang, pelayan hotel menyodorkan minuman serta hidangan penutup ekstra dari daftar makanan tambahan.
"Sudah lebih dari tiga kali saya pergi haji bersama Tazkiyah sebagai petugas medis. Bapak Yani (H Ahmad Yani Fachruddin) selalu teliti dalam memilih akomodasi untuk jamaah haji khusus," tutur Dokter Yudi sambil menginterupsi percakapan tersebut.
Editor : Pimred Laksamana.id