Scroll untuk baca artikel

Sudah Klaim Wajar THR Ke-4, Pengurus RW Ternyata Dapat Imbas Negatif: Begini Ceritanya

Sudah Klaim Wajar THR Ke-4, Pengurus RW Ternyata Dapat Imbas Negatif: Begini Ceritanya
Sudah Klaim Wajar THR Ke-4, Pengurus RW Ternyata Dapat Imbas Negatif: Begini Ceritanya

Meskipun demikian, apabila terdapat perusahaan yang memberikanTHR kurang dari Rp 1 juta, hal tersebut masih dapat diterima.

"Mengapa memang muncul nominal sebesar Rp 1 juta? Itu hanya digunakan sebagai patokan saja. Faktanya adalah kami tetap menerima sumbangan sejumlah Rp 200.000 atau bahkan Rp 300.000," ungkapnya.

Sambil itu pula, Febri mengungkapkan permohonan maafnya terkait keributan tersebut.

Ia menginginkan agar bila terdapat suatu perusahaan yang tidak sepakat dengan tuntutan THR tersebut segera dilaporkan kepada ketua RT.

"Meskipun masih banyak keributan, kami dari kelompok RT minta maaf atas gangguan atau salah pengertian yang timbul," demikian penuturannya.

Febri menganggap lumrah jika mereka memohon THR ke perushaan-perusahaan yang mengerjakan aktivitas bongkar muat di area RW 02.

Febri menyebutkan bahwa masyarakat sejauh ini telah cukup berlapang dada dengan dampak kemelut yang terjadi di jalan-jalan RT karena area perumahan digunakan sebagai titik penumpukan Barang Dagangan.

"Seharusnya area perumahan berubah menjadi daerah gudang besar. Meski kami kesulitan dengan kondisi jalan, namun hal itu sudah menjadi rutinitas bagi warga," ujar Febri pada hari Kamis (13/3/2025).

Menurut Febri, kebutuhan akan THR tersebut adalah hal yang wajar dan seharusnya dilihat sebagai bagian dari corporate social responsibility (CSR), yaitu tanggung jawab sosial perusahaan.

"Adalah wajar bagi kami untuk meminta sumbangan untuk perusahaan, seperti halnya permohonan dana CSR setiap tahun satu kali," katanya.

Editor : Pimred Laksamana.id
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini