Menurutnya, kerusakan yang terjadi bukan karena kesalahan konstruksi, melainkan karena faktor alam.
Oleh sebab itu, dia berharap pemerintah daerah dapat mempertimbangkan pembangunan pemecah ombak sebagai solusi jangka panjang untuk mengurangi dampak abrasi.
"Kami berharap pemerintah bisa membangun penahan ombak untuk melindungi kawasan ini dari gelombang besar di masa depan," ujarnya.
Sebelumnya, rusakan patung penyu di Alun-alun Gadobangkong, Sukabumi, Jawa Barat, yang diduga bernilai Rp15 miliar, menjadi sorotan di media sosial.
Lantaran patung penyu tersebut ternyata dibuat dari karton berwarna coklat seperti kardus, ketika lapisan luarnya dibuka oleh warga.
Salah satu videonya dikirim oleh akun Instagram ini, Selasa (4/3/2025).
Dalam rekaman, tampaklah kondisi patung penyu yang sudah rusak dan pecah, terutama di bagian tempurungnya.
Seseorang yang berlalu lalang tampak menggoyangkan lapisan luar patung yang berbahan karton coklat yang menyerupai kardus.
Selain itu, di dalamnya juga tampak rangka kayu sebagai penopang struktur patung.
Warga yang merekam video tersebut kemudian membuka lapisan luar patung yang ternyata terbuat dari karton berwarna coklat seperti kardus.
Editor : Pimred Laksamana.id
