PEMBELAAN Pihak Proyek usai Ketahuan Patung Penyu dari Kardus,Dedi Mulyadi Gubernur Jabar Ngamuk

PEMBELAAN Pihak Proyek usai Ketahuan Patung Penyu dari Kardus,Dedi Mulyadi Gubernur Jabar Ngamuk
PEMBELAAN Pihak Proyek usai Ketahuan Patung Penyu dari Kardus,Dedi Mulyadi Gubernur Jabar Ngamuk

Pembelaan proyek itu terhenti setelah patung penyu terbuat dari kardus terungkap, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi marah.

Padahal pembuatan patung penyu dikabarkan menghabiskan anggaran sebesar Rp15 miliar.

Fakta mengejutkannya patung penyu tersebut ternyata hanya memakan biaya Rp30 juta saja.

Bahan dasar patung penyu dari karton yang dibuat ternyata mengalami kerusakan.

Hal ini tiba-tiba membuat masyarakat terkejut dengan bahan dasar patung penyu tersebut.

Tak lama setelah video tersebut menjadi viral, Imran Firdaus sekarang membuka suaranya dan memberikan penjelasan.

Dia menegaskan bahwa biaya untuk patung penyu tersebut tidak mencapai miliaran rupiah, melainkan hanya sekitar Rp30 juta.

"Tentu saja kami mengatakan bahwa biaya pembuatan ornamen penyu ini sekitar Rp 30 juta, sesuai spesifikasi yang sudah ditetapkan dalam proyek," kata Imran seperti dilansir dari Tribun-medan.com, Jumat (7/3/2025).

Tentang bahan yang tampak seperti kardus dalam video tersebut, Imran menjelaskan bahwa patung itu sebenarnya dibuat dari resin dan fiberglass, bukan kardus.

Bahan karton yang tampaknya hanya merupakan alat bantu dalam proses percetakan.

Ornamen ini dibuat dari resin dan fiberglass, yang memang umum digunakan untuk patung luar ruangan karena tahan terhadap cuaca ekstrem.

"Sampul kardus di video itu hanya sarana cetak sebelum bahan utama dikeringkan dan diperkuat," kata dia.

Lebih lanjut, Imran menyatakan bahwa patung kardus tersebut tidak mungkin bertahan lama jika benar-benar terbuat dari kardus dan dipamerkan di lingkungan terbuka.

Terutama dengan kondisi cuaca pantai yang ekstrem.

"Jika memang terbuat dari kardus, tentu sudah hancur terkena hujan dan panas sejak awal," ucapnya.

Selain itu, Imran juga menyesalkan tindakan pengunjung yang sering menaiki patung tersebut untuk berfoto. Menurutnya, hal ini juga ikut mempercepat kerusakan struktur ornamen.

Imran juga menjelaskan bahwa desain Alun-alun Gadobangkong telah disesuaikan berdasarkan kondisi lingkungan.

Tapi, gelombang besar yang terjadi sejak Maret 2024 menjadi penyebab utama kerusakan infrastruktur di lokasi ini.

Pada Maret 2024, gelombang pasang setinggi 2,5 hingga 3 meter akan menerpa daerah ini.

"Ombak yang terus-menerus menghantam tangga setiap detik akhirnya mengikis struktur beton secara bertahap," kata dia.

Menurutnya, kerusakan yang terjadi bukan karena kesalahan konstruksi, melainkan karena faktor alam.

Oleh sebab itu, dia berharap pemerintah daerah dapat mempertimbangkan pembangunan pemecah ombak sebagai solusi jangka panjang untuk mengurangi dampak abrasi.

"Kami berharap pemerintah bisa membangun penahan ombak untuk melindungi kawasan ini dari gelombang besar di masa depan," ujarnya.

Sebelumnya, rusakan patung penyu di Alun-alun Gadobangkong, Sukabumi, Jawa Barat, yang diduga bernilai Rp15 miliar, menjadi sorotan di media sosial.

Lantaran patung penyu tersebut ternyata dibuat dari karton berwarna coklat seperti kardus, ketika lapisan luarnya dibuka oleh warga.

Salah satu videonya dikirim oleh akun Instagram ini, Selasa (4/3/2025).

Dalam rekaman, tampaklah kondisi patung penyu yang sudah rusak dan pecah, terutama di bagian tempurungnya.

Seseorang yang berlalu lalang tampak menggoyangkan lapisan luar patung yang berbahan karton coklat yang menyerupai kardus.

Selain itu, di dalamnya juga tampak rangka kayu sebagai penopang struktur patung.

Warga yang merekam video tersebut kemudian membuka lapisan luar patung yang ternyata terbuat dari karton berwarna coklat seperti kardus.

"Wah, bagaimana cara pembuatan kura-kura ini," kata perekam video.

Unggahan video tersebut kemudian menyebabkan kemarahan masyarakat.

Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat, Membahas Soal Patung Penyu

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi ikut merespons soal patung penyu yang dikatakan terbuat dari kardus di Alun-alun Gadobangkong, Sukabumi.

Patung penyu itu diperkirakan menghabiskan biaya yang sangat besar.

Tentang hal itu, Dedi Mulyadi tidak memberikan komentar yang panjang.

Dia mengaku telah memerintahkan tim inspektorat untuk mengevaluasi pembuatan patung penyu yang sedang menjadi perdebatan itu.

Tentang kerumunan patung penyu yang berisi kardus, saya tidak akan memberikan komentar terlalu panjang.

"Saya telah meminta Inspektorat Provinsi Jawa Barat untuk turun ke lapangan untuk mengaudit kegiatan proyek tersebut," kata Dedi Mulyadi Kamis (6/3/2025) seperti dikutip TribunJakarta.com.

Setelah audit selesai, lanjut Dedi Mulyadi, kita akan segera mengumumkan agar masyarakat mendapat penjelasan yang sesuai dengan fakta dan tidak bersifat dugaan.

Maka Dedi Mulyadi meminta masyarakat untuk bersabar menunggu hasil penyelidikannya.

Saya akan selalu berperilaku objektif demi kepentingan masyarakat dan akan selalu mengutamakan prinsip-prinsip akuntabilitas.

"Tolong sabarlah, kita menantikan hasil auditnya dan hasil audit itu menjadi acuan saya untuk melanjutkan langkah-langkah berikutnya," kata Dedi Mulyadi.

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Editor : Pimred Laksamana.id
Tag: