4. Isi emosi yang positif
Lagu dengan pesan positif dapat membantu perkembangan sosial-emosional anak. Hasil studi "The effect of 'sad' and 'happy' background music on the interpretation of a story in 5 to 6-year-old children," menyatakan bahwa anak yang sering mendengar lagu-lagu dengan emosi positif menunjukkan peningkatan dalam empati dan keterampilan sosial. Musik juga dapat membantu mengatur emosi dan memberikan efek menenangkan.
Hubungan antara kombinasi tempo lagu dengan stimulasi perkembangan
Lagu dengan tempo cepat (sekitar 120 BPM) meningkatkan aktivitas motorik dan perhatian anak. Penelitian tentang pengaruh musik dan gerakan dalam pengembangan keterampilan motor dasar pada masa kanak-kanak dini, menunjukkan bahwa anak-anak yang mendengar lagu bertempo cepat lebih aktif secara fisik dan lebih terlibat dalam aktivitas sosial.
Sedangkan lagu dengan tempo lambat (sekitar 60-80 BPM) paling efektif untuk menenangkan anak dan membantu mengatur emosi. Hasil beberapa jurnal Psychology of music menyatakan bahwa musik dengan tempo lambat juga meningkatkan daya ingat informasi dan pemahaman bahasa karena memungkinkan anak untuk lebih fokus pada lirik dan makna kata.
Anak-anak memerlukan keseimbangan antara lagu dengan irama cepat dan lambat sesuai dengan tujuan penggunaannya. Lagu dengan irama cepat dapat digunakan untuk aktivitas fisik dan sosial, sedangkan lagu dengan irama lambat dapat digunakan untuk waktu istirahat dan fokus saat belajar.
Jadi sangat penting bagi Bunda & Ayah untuk memberikan stimulasi musik anak yang tepat sesuai dengan usianya. Pastikan juga anak tidak terpapar dengan musik dewasa atau lirik yang kurang edukatif. Semangat mendampingi perkembangan anak Anda.
Pilihan Redaksi
|
. Gratis!
Editor : Pimred Laksamana.id
