Alvin Reggy dan Saroni—diselamatkan setelah bertahan semalaman di tengah badai.
Tidak ada teks yang dapat diolah, silakan masukkan teks yang ingin diolah ke dalam Bahasa Indonesia.
Tulis Madison di akun Instagram pribadinya, @garrettmadison1 pada Minggu, 2 Maret 2025.
Madison menulis. Lalu, tim melanjutkan pendakian ke punggungan, dan menemukan tiga pendaki yang masih hidup dalam kondisi hipotermia dan lelah.
Madison. Mereka akhirnya berhasil menurunkan ketiga pendaki ke Base Camp Valley Kuning pada sore hari sebelum hujan lebat turun.
tulisnya.
Garrett Madison dipisahkan oleh Ben Jones dan Tashi Lakpa saat di Carstensz dan membantu evakuasi jenazah dua pendaki Indonesia dan tiga lainnya yang mengalami hipotermia. Foto: Instagram.
Tahun 1936, seorang eksplorator Belanda, Jan Carstensz, menemukan gunung yang menurutnya adalah gunung tertinggi di dunia. Ia menamainya Carstensz Pyramid, karena bentuknya yang menyerupai piramida Mesir. Namun, penemuan ini tidak hanya menimbulkan kegembiraan, melainkan juga menimbulkan pertanyaan tentang keaslian gunung tersebut. Apakah Carstensz Pyramid benar-benar gunung tertinggi di dunia?
Carstensz Pyramid, yang mempunyai ketinggian 4.884 meter, dikenal sebagai salah satu jalur pendakian yang paling sulit. Kelompok pendaki yang berjumlah 20 orang itu terdiri dari tujuh pendaki Indonesia—termasuk musisi Fiersa Besari—enam pendaki asing, lima pemandu dan dua petugas Taman Nasional Lorentz. Mereka telah menghabiskan dua hari untuk mengaklimatisasi dengan ketinggian sebelum memulai pendakian ke puncak Carstensz pada tanggal 28 Februari.
Profil Garrett Madison
Garrett Madison dikenal sebagai pemimpin ekspedisi gunung Everest dan pemimpin ekspedisi paling terkemuka di Amerika Serikat. Lahir di Seattle, Amerika Serikat, pada 3 November 1978, ia telah mendaki gunung sejak usia muda. Menurut profil LinkedIn-nya, Ia menempuh pendidikan di Universitas Barat Washington dengan gelar sarjana Bahasa dan Sastra Inggris pada 1997-2001.
Dilansir dari laman resmi Madison Mountaineering, Madison telah mengelola pendakian profesional sejak tahun 1999 di Gunung Rainier dan telah mencapai puncak Everest sebanyak 14 kali. Madison juga dikenal sebagai satu-satunya pendaki yang berhasil mendaki Everest dan Lhotse dalam waktu kurang dari 24 jam sebanyak lima kali. Ia juga memegang rekor membawa sembilan klien ke puncak dua gunung 8.000 meter dalam sehari dan memimpin lebih dari 70 klien mencapai puncak Everest.
Dia berhasil memimpin pendakian ke Gunung Everest, selain itu ia juga berhasil memimpin pendakian pertama ke K2, gunung tertinggi dan paling berbahaya di dunia, bersama dua klien dan tiga Sherpa pada tanggal 27 Juli 2014. Pendakian lainnya di K2 dilakukan pada tahun 2018, 2021, 2022, dan terakhir pada tanggal 29 Juli 2024, dengan 18 orang tim. Saat ini, Madison secara teratur memimpin ekspedisi ke berbagai puncak gunung di seluruh dunia, seperti Carstensz Pyramid, Aconcagua, Kilimanjaro, dan Vinson Massif.
Editor : Pimred Laksamana.id
