"Dengan membatasi gerakan fisiknya, dia menciptakan ruang bagi pikiran dan hatinya untuk sepenuhnya fokus pada Tuhan," kata Boaretto.
Selain itu, cara dia dimakamkan—dengan rantai yang masih menyelimuti tubuhnya—menunjukkan bahwa komunitasnya menghormati keputusannya. Mereka mungkin ingin memastikan bahwa komitmen spiritualnya tetap diingat, bahkan setelah kematiannya.
Penemuan ini mengingatkan kita tentang berbagai cara orang di masa lalu mencari makna hidup dan kedekatan dengan Tuhan. Meskipun praktik seperti ini terdengar ekstrem bagi kita saat ini, bagi mereka yang menjalaninya, ini adalah bentuk pengabdian yang mendalam.
Editor : Pimred Laksamana.id
