Kebiasaan datang ke kantor terlambat juga membahayakan kesehatan.
"Saya tidak setuju dengan kebiasaan makan sahur lalu langsung tidur, karena itu tidak baik dari segi kesehatan maupun dari sisi ajaran Nabi Muhammad SAW," kata dia.
Hal yang berbeda adalah jika bangun tidur, melakukan sahur, melaksanakan shalat subuh, kemudian mandi dan pergi ke kantor. Jika demikian, tubuh seseorang akan menjadi sehat.
Baca juga:
Menurut Dedi, jam istirahat pada hari biasa tidak dapat dimanfaatkan untuk tidur karena waktu yang tersedia hanya setengah jam saja.
Pada bulan Ramadhan, dia memberikan toleransi setengah jam untuk tidur sebelum melakukan shalat dzuhur. "Saya mengizinkan istirahat selama 1 jam," ujarnya.
Dedi mengatakan, bulan puasa Ramadhan adalah bulan yang sangat spesial bagi umat Muslim. Biasanya, masyarakat, termasuk para pejabat sipil, selalu ingin berkumpul bersama keluarga saat berbuka puasa.
"Jadi ibu-ibu punya kesempatan (buka bersama keluarga) dan pulangnya agak siang, bisa masak di rumah, dan bapak-bapak bisa membantunya," kata Dedi.
Dia berharap keputusannya ini akan meningkatkan motivasi para pegawai untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.
"Puasa tidak boleh dijadikan alasan untuk mengurangi pelayanan bagi kepentingan masyarakat," kata Dedi.
Editor : Pimred Laksamana.id
