Studi yang diterbitkan pada tahun 2017 ini menganalisis data dari lebih dari 11.000 anak, mulai dari usia tiga bulan hingga 11 tahun. Hasilnya mengejutkan! Anak-anak yang ayahnya terlibat secara aktif dalam proses pengasuhan selama tiga bulan pertama kehidupan mereka menunjukkan kemampuan kognitif yang lebih baik pada usia 11 tahun.
"Kami menemukan bahwa anak-anak yang ayahnya terlibat dalam pengasuhan sejak dini memiliki skor kognitif yang lebih tinggi secara statistik pada usia 11 tahun," kata Prof. Ramchandani, pemimpin penelitian.
Lebih menariknya, keuntungan kognitif ini terlihat ada di luar status sosial ekonomi keluarga. Ini berarti, keterlibatan ayah berdampak positif baik pada keluarga dari kelas menengah ke bawah maupun atas.
Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang memiliki ayah yang terlibat aktif dalam kehidupan mereka memiliki kecerdasan emosional yang lebih baik. Mereka cenderung memiliki kepercayaan diri yang lebih kuat, lebih baik dalam mengontrol diri, dan kurang memiliki masalah perilaku.
Aktivitas seperti menceritakan dongeng, bermain di luar ruangan, atau bahkan bekerja sama dengan proyek sederhana, telah terbukti dapat merangsang perkembangan otak anak dengan cara yang unik. Penelitian menunjukkan bahwa ayah cenderung mendorong anak untuk mengambil resiko yang terukur dan memecahkan masalah sendiri, keterampilan yang sangat penting untuk perkembangan kognitif.
Dikatakan bahwa anak balita yang ayahnya bermain dengan mereka secara teratur pada usia dua tahun, menunjukkan kemampuan bahasa dan regulasi emosi yang lebih baik di masa depan.
Benar, Anda sekarang memahami betapa pentingnya peran ayah dalam perkembangan kecerdasan anak-anak. Jangan ragu untuk melibatkan Ayah dalam pengasuhan anak, karena bahkan kegiatan bermain sederhana bisa memberikan manfaat jangka panjang yang luar biasa untuk kecerdasan anak-anak.
Yang paling penting, keterlibatan ayah bukanlah tentang berapa lama waktu yang dihabiskan, melainkan kualitas interaksi yang terjadi. Setiap momen yang berharga antara ayah dan anak bisa menjadi investasi yang berharga untuk masa depan anak yang lebih cerdas dan seimbang secara emosional.
Berikut adalah penjelasan tentang ciri-ciri ayah yang anaknya akan cerdas menurut pakar, beserta cara mendidik yang tepat. Semoga bermanfaat.
Pilihan Redaksi
|
. Gratis!
Editor : Pimred Laksamana.id
