Selama beberapa tahun, Fusion Books berkembang pesat dan menjadi penerbit buku tahunan terbesar di Australia. Namun, perusahaan ini pernah menghadapi sengketa keuangan yang memperlambat pertumbuhannya.
Perkins dan Obrecht kemudian mencoba mencari dana dari investor ventura, namun usaha mereka telah menemui penolakan dari lebih dari 500 investor yang telah menerima proposal mereka.
Dalam perjalanan mereka, mereka akhirnya memutuskan untuk mengembangkan ide mereka lebih besar dan mengubah Fusion Books menjadi Canva Inc. Meskipun telah mengalami perubahan, mereka tetap menghadapi kesulitan dalam mencari investor.
.
3. Mimpi dan motivasinya terus berkembang dalam dirinya
Beberapa tahun sebelum Canva diluncurkan secara resmi, Melanie Perkins telah menemukan arah bisnis dan dampak yang ingin ia capai. Ia menyatakan bahwa Canva memiliki dua langkah untuk mencapai tujuannya.
"Langkah pertama adalah membangun salah satu perusahaan paling berprestasi di dunia. Langkah kedua adalah melakukan hal terbaik yang dapat kita lakukan," katanya.
Perkins yakin bahwa meskipun Canva telah berkembang pesat, masih banyak hal yang harus dilakukan untuk mencapai visi besar Canva. Ia terus mencari cara untuk menggunakan platform dan komunitas Canva untuk mencapai perubahan yang lebih luas.
Rencana untuk menjadikan Canva sebagai salah satu perusahaan terbesar di dunia telah berbuah manfaat. Saat ini, Canva tersedia di 190 negara dan didukung oleh 100 bahasa.
"Saya ingin memberi orang-orang kemampuan untuk mengubah desain mereka menjadi situs web. Ada banyak hal yang dapat dilakukan karena kami ingin memberdayakan siapa pun untuk mendesain," kata Perkins.
Meskipun telah mencapai prestasi luar biasa, Perkins menghadapi berbagai tantangan untuk memperluas akses Canva ke berbagai negara. Salah satu tantangan utama adalah menyediakan versi Canva yang dapat digunakan dalam bahasa Arab, Ibrani, dan Urdu, yang memerlukan perubahan teknis besar untuk memungkinkan antarmuka diakses dari kanan ke kiri.
Editor : Pimred Laksamana.id
