2. Menurut Andien, hal yang paling sulit adalah orang tua harus mengajar kembali cara yang tepat untuk anak-anak.
Sementara itu, Andien berpendapat bahwa bagian yang paling sulit dalam melatih anak kecerdasan IQ, EQ, dan SQ adalah orangtua yang harus mempelajari kembali cara efektif untuk melatih anak.
"Orang tua mungkin berpikir, 'Oh, dia seperti ini,' padahal belum tentu," kata Andien, saat bertemu di Jakarta Selatan pada Rabu (12/2/2025).
Menurut Andien, apa yang orangtua tahu selama ini mungkin tidaklah tepat untuk meningkatkan IQ, EQ, dan SQ anak. Bahkan, banyak orangtua sekarang mencari cara agar anak-anak mereka dapat berkembang menjadi diri sendiri.
"Apakah apa yang kita pelajari dari orangtua kita selama ini pasti cocok untuk anak kita," ujarnya.
3. Andien mengaku bahwa dia akan lebih mudah memahami anaknya setelah mencoba untuk mempelajarinya kembali
atau mempelajari kembali cara yang benar.
Mereka harus disiplin," kata Andien.
4. Mona Ratuliu telah melatih keterampilan empati sosial (SQ) dan keterampilan emosi (EQ) pada anak dengan metodenya sendiri
Di sisi lain, Mona Ratuliu memiliki cara unik untuk meningkatkan kecerdasan emosi (EQ) dan spiritual (SQ) anaknya. Dari aspek spiritual, ia mengajarkan anak-anaknya untuk berterima kasih dan berdoa kepada Tuhan sebelum tidur, serta mengajarkan mereka untuk bersyukur sejak usia dini.
Dari sudut pandang empati, Mona telah melatih anak mengenali emosi sebelum anak berusia 3 tahun. Dengan demikian, anak dapat memahami bahwa dia dapat merasa marah, sedih, atau kesal, tetapi tidak boleh menyakiti diri sendiri atau orang lain, serta tidak boleh merusak barang.
"Saya tidak bilang bahwa Anda tidak boleh marah, tapi saya ingin tahu bagaimana cara marah yang tepat supaya marah tersebut hilang," kata Mona saat bertemu di kediamannya di Jakarta Selatan, Rabu (5/2/2025).
5. Menurut Mona, konsistensi menjadi hal yang paling sulit diterapkan dalam mengajarkan anak
Meskipun terlihat mudah, Mona juga menghadapi tantangannya sendiri. Menurut Mona, konsistensi merupakan hal yang paling sulit yang dihadapinya ketika mengajarkan anak. Dia mengakui bahwa ia pernah kalah dengan emosi diri sendiri.
Editor : Pimred Laksamana.id
