Scroll untuk baca artikel

SELAMAT Jalan Legenda Persebaya Surabaya andamp Timnas Indonesia,Bejo Sugiantoro Meninggal Dunia

SELAMAT Jalan Legenda Persebaya Surabaya andamp Timnas Indonesia,Bejo Sugiantoro Meninggal Dunia
SELAMAT Jalan Legenda Persebaya Surabaya andamp Timnas Indonesia,Bejo Sugiantoro Meninggal Dunia

Profil Bejo Sugiantoro

Bejo Sugiantoro, lahir pada tanggal 2 April 1977, adalah mantan pemain sepakbola Indonesia yang saat ini menjabat sebagai asisten pelatih Persebaya Surabaya di Liga 1 Indonesia.

Dia juga dikenal sebagai ayah dari Rachmat Irianto, pemain timnas Indonesia. Sebagai bagian dari generasi yang dibentuk oleh program pelatnas PSSI Primavera pada tahun 1990-an, Bejo memiliki perjalanan panjang di dunia sepak bola Indonesia.

Hidupnya yang mapan sebagai pemain sepak bola dan pengusaha tidak cukup membuat Bejo merasa puas karena ia masih merasa bahwa tugas utamanya belum selesai, yaitu melihat anak-anaknya sukses. Di luar lapangan, ia menjalankan bisnis penyewaan kontainer atau peti kemas, yang semakin meningkatkan kestabilan keuangannya.

Kehidupan masa kecil Bejo Sugiantoro dipenuhi dengan perjuangan berat. Setiap hari, ia membantu orang tuanya menggerakkan gerobak dagangan menuju Taman Hiburan Rakyat (THR) di Surabaya yang berjarak sekitar lima kilometer dari rumahnya. Menurutnya, pengalaman itu turut membentuk keberanian dan ketangguhannya sebagai atlet.

Bejo Sugiantoro menghabiskan sebagian besar karirnya bersama Persebaya Surabaya dan menjadi bagian dari Timnas Indonesia selama hampir tujuh tahun.

Pada tahun 2004, pemukulan terhadap wasit Subandi menjadi sebuah insiden yang terjadi, dan untuk satu tahun berikutnya, tidak ada keringanan hukuman yang diberikan.

Pada saat itu, Bejo Sugiantoro yang baru saja bergabung dengan PSPS Pekanbaru bersama Uston Nawawi dan Hendro Kartiko merasa kurang mendapat penghargaan atas jasanya di Timnas Indonesia.

Sehingga, ia menolak panggilan pelatnas Timnas Indonesia pada 2004. Ia mengatakan bahwa keputusannya bukan karena kurangnya rasa nasionalisme, melainkan karena ia merasa kecewa dengan cara ia diperlakukan.

Setelah insiden itu, Bejo Sugiantoro kembali ke Persebaya Surabaya dan berkomitmen untuk memperbaiki kesalahan masa lalunya karena telah meninggalkan klub ketika mereka terdegradasi pada tahun 2003. Ia menganggap pentingnya keharmonisan keluarga lebih penting daripada hanya keuntungan keuangan di klub lain.

Bejo Sugiantoro, seorang pemain yang bergantung pada kekuatan fisik, menyadari bahwa ada batasan dalam karirnya. Tidak ada usia yang ditentukan untuk pensiun, ia berencana untuk melanjutkan karirnya di dunia sepak bola sebagai pelatih, memulai dari klub IM yang telah melahirkan namanya.

Editor : Pimred Laksamana.id
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Pengobatan
Terkini