Scroll untuk baca artikel

[humorsenja]: Raja dan Penerusnya: Ketika Puja Puji Jadi Pasword Rahasia

[humorsenja]: Raja dan Penerusnya: Ketika Puja Puji Jadi Pasword Rahasia
[humorsenja]: Raja dan Penerusnya: Ketika Puja Puji Jadi Pasword Rahasia

Jayakarta III tertawa gugup. "Tenang saja, aku juga punya rahasianya sendiri. Ingat waktu aku bilang aku sedang sakit parah sehingga tidak bisa menghadiri rapat? Sebenarnya aku lagi bermain game online di kamar."

Keduanya saling memandang sementara, lalu tertawa terbahak-bahak. Mereka akhirnya setuju bahwa cara terbaik untuk melindungi rahasia masing-masing adalah dengan terus memberikan pujian kepada satu sama lain di hadapan umum. Bagaimanapun, masyarakat menyukai hal-hal yang indah dan romantis, meskipun itu hanya ilusi.

Beberapa minggu kemudian, seorang hakim senior mencoba menyelidiki rumor tentang kekurangan administrasi kerajaan. Namun, setiap kali dia mendekati fakta, dia selalu dihadapkan pada berita-berita yang penuh pujian tentang kedua raja tersebut. Judul-judul seperti "Raja Kertabumi II: Pemimpin Abadi" dan "Jayakarta III: Sang Revolusioner Modern" membuatnya bingung sendiri.

Akhirnya, sang hakim menyerah. "Mungkin memang mereka benar-benar hebat," gumamnya sambil menggelengkan kepala.

Saat itu, di istana, Kertabumi II dan Jayakarta III sedang menikmati teh sambil tertawa.

"Lihat? Menyajikan pujian memang lebih efektif daripada kunci ganda," kata Kertabumi II sambil tersenyum.

Betul sekali," kata Jayakarta III. "Asalkan kita terus memuji-muji, bahkan hakim pun akan malas menginvestigasi.

Dan demikianlah, Kerajaan Durian Runtuh terus bertahan kokoh, di bawah bayang-bayang durian yang harum serta pujian-pujian manis yang lebih tebal daripada dinding istana.

Jangan percaya semua pujian yang kamu dengar, karena seringkali itu hanya kata-kata palsu untuk melindungi rahasia buruk!

Editor : Pimred Laksamana.id
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Pengobatan
Terkini