Ia menekankan bahwa bank emas harus ada untuk menghubungkan dan mengembangkan ekosistem produksi emas di Indonesia. "Sudah pernah dibahas, bagaimana Indonesia harus memiliki bank emas sendiri. Ini adalah langkah untuk menghubungkan ekosistem emas yang belum terintegrasi. Jika ini berhasil, maka ini akan menjadi bukti bahwa emas sudah ada sebagai komoditas. Maka ekosistemnya dapat berkembang dengan lebih besar," ujar Erick setelah menghadiri penandatanganan kerja sama antara PT Freeport Indonesia (PTFI) dan PT Aneka Tambang (Antam) Tbk di Jakarta, Kamis (7/11/2024).
"Sekarang ini kesempatan akan lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya. Jadi kita coba dorong kembali di pemerintahan, kita punya seperti Pegadaian, BSI, BRI. Ini bisa menjadi pilihan," lanjutnya.
Baca juga:
Cadangan Emas Indonesia
Dalam penjelasannya, Erick juga menyebutkan, dorongan kehadiran bank emas ini disesuaikan dengan produksi emas di Indonesia yang mencapai puluhan ton. Jadi, pemerintah ingin ada partisipasi masyarakat yang lebih luas dalam hal ini.
"Sekarang Freeport punya smelter, sehingga produksinya dapat mencapai 50 ton. Nanti 30 ton (dibeli oleh PT Antam Tbk), hal ini akan menghemat sekitar Rp 200 triliun. Ini sangat besar," kata Erick.
"Tapi tadi saya bilang, tidak cukup di situ, harus tetap mengeksplorasi lagi, dasar dari ekonomi masyarakat harus terus digali. Contohnya seperti tabungan emas, kita tidak memiliki perhiasan emas di bank," ujarnya.
Erick menyatakan bahwa jika emas di bank sudah tersedia, masyarakat akan mulai mengenal dan terbiasa dengan tabungan emas.
Bahkan, saat ini sistem tabungan yang lebih spesifik seperti tabungan syariah dan tabungan pegadaian sudah lebih dikenal luas oleh masyarakat.
"Kita memang memiliki bank syariah dan pegadaian, kita bisa menumbuhkan kebiasaan masyarakat untuk menabung emas. Ini akan meningkatkan cadangan emas kita, yang sekarang hanya 70,83% bisa terus meningkat," kata Erick. "Tidak hanya berfokus pada negara sendiri, melainkan juga bersama masyarakat untuk memastikan kesejahteraan ekonomi yang terus meningkat," katanya.
Baca juga:
Editor : Pimred Laksamana.id
