Geliat Usaha WIFI
Masuknya Hashim memberikan dampak signifikan kepada saham WIFI dan perusahaan. Sejak masuknya Hashim ke WIFI, beberapa hal terjadi, seperti kucuran kredit BNI sebesar Rp 978 miliar dan peningkatan saham WIFI sebesar 288,6% atau 1.322 dalam tiga bulan terakhir.
Selain menerima kredit dan meningkatnya harga saham, perusahaan juga diduga akan mengambil alih PT Indosat Tbk (ISAT). Namun, dalam klarifikasi terbaru kepada Bursa Efek Indonesia, manajemen WIFI menyangkal rumor rencana pengambilalihan ISAT tersebut.
Perseroan memberikan klarifikasi bahwa informasi di berita tersebut tidak akurat, karena pada saat ini, manajemen belum memiliki rencana menuju arah tersebut," jelas Manajemen WIFI dalam keterangan resmi yang disampaikan pada Bursa Efek Indonesia, Kamis (13/2).
BNI Merembeskan Kredit ke WIFI sebesar Kurang Lebih Rp 1 Triliun
Beberapa saat setelah Hashim terhubung ke WIFI, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) memberikan fasilitas kredit investasi sebesar Rp 978 miliar untuk PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) melalui anak perusahaannya, PT Integrasi Jaringan Ekosistem (Weave).
Biro Sekretaris Utama BNI, Okki Rushartomo, sebelumnya mengatakan proyek strategis ini bertujuan menyediakan jaringan internet dengan kecepatan tinggi hingga 100 Mbps untuk 40 juta rumah tangga. Proyek ini meliputi wilayah perkotaan, pinggiran kota, dan pedesaan di Pulau Jawa.
Pengaliran tambahan dana ini diharapkan akan membawa dampak signifikan dalam menghubungkan masyarakat Indonesia dengan dunia digital.
“Proyek ini tidak hanya relevan dengan visi digitalisasi nasional, tapi juga menunjukkan peran bank dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” kata Okki dalam keterangan tertulis, Kamis (30/1).
Pada saat ini, penetrasi broadband di Indonesia baru mencapai 15%, yang merupakan salah satu angka yang rendah di kawasan Asia Tenggara. Negara-negara tetangga seperti Malaysia, Vietnam, dan Filipina telah mencapai rata-rata lebih dari 70% penetrasi broadband-nya. Kondisi ini menyebabkan hambatan signifikan pada akses pendidikan dan pengembangan ekonomi digital di Indonesia.
Direktur Utama Surge Yune Marketatmo mengatakan, dengan biaya layanan yang terjangkau, jaringan ini akan memainkan peran penting dalam mendukung edukasi online dan inovasi bisnis digital. WIFI juga akan mendukung pertumbuhan aktivitas lainnya yang berbasis internet dan semakin penting di era modern.
"Akses broadband yang terjangkau bukan hanya soal teknologi, tetapi juga tentang mewujudkan impian masyarakat untuk masa depan digital yang inklusif," kata Yune
Editor : Pimred Laksamana.id
