Scroll untuk baca artikel

Fatima, Perempuan yang Hadir di Antara Erdogan dan Prabowo

Fatima, Perempuan yang Hadir di Antara Erdogan dan Prabowo
Fatima, Perempuan yang Hadir di Antara Erdogan dan Prabowo

Ibu Fatima Dibebaskan dari Sekolah Karena Berhijab

Dr. Merve adalah seorang tokoh terkenal di Turki. Dia adalah wakil ketua parlemen pertama yang memakai jilbab di Turki, sebuah negara yang berlandaskan atas sistem sekuler, setelah pemilihan umum tahun 1999. Namun, karena memakai jilbab, dia diusir dari parlemen. Bahkan, kewarganegaraannya pun dicabut.

Merve kemudian pergi ke Amerika Serikat untuk menyelesaikan studi di Universitas Harvard dan mengajar di sana. Selanjutnya, Erdogan menunjuknya sebagai Duta Besar di Malaysia.

Fatima menjadi Target Kritik dari Lawan Politik

Presiden Erdogan kemudian menunjuk putrinya, Merve Fatima, sebagai penerjemahnya. Pemilihan Fatima ternyata tidak tanpa kontroversi. Partai oposisi mempertanyakan Fatima sebagai penerjemah Erdogan saat bertemu dengan Presiden Joe Biden pada tahun 2021.

Oposisi menuding Fatima yang masih muda itu tidak memiliki kemampuan yang memadai untuk menjadi penerjemah. Erdogan membela Fatima dan mengatakan bahwa tuduhan pada Fatima hanya muncul karena Fatima mengenakan jilbab.

“Setiap kali Erdogan membawa wanita muda kita [Fatima Abushanab] bersamanya sebagai penerjemah dalam pertemuan diplomatik, jutaan orang pengungsi ilegal memasuki negara kita, atau mereka membuat negara kita menandatangani kontrak dengan harga yang sangat tinggi,” kata Kemal Kılıcdaroğlu, pemimpin Partai Rakyat Republik (CHP) dari oposisi.

Fatima merasa tidak puas dengan tuduhan tersebut, sehingga dia melaporkan kasusnya ke Kejaksaan Ankara. Melalui pengacaranya, Fatima menyatakan bahwa pernyataan Kemal Kılıçdaroglu merupakan serangan terhadap hak asasi pribadinya.

Editor : Pimred Laksamana.id
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Pengobatan
Terkini