Scroll untuk baca artikel

KEK MNC Lido: Dulu Diresmikan Jokowi, Kini Disegel Anak Buah Prabowo

KEK MNC Lido: Dulu Diresmikan Jokowi, Kini Disegel Anak Buah Prabowo
KEK MNC Lido: Dulu Diresmikan Jokowi, Kini Disegel Anak Buah Prabowo

-

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq yang memberi perintah penyegelan itu mengatakan KPIG terlihat tidak berhasil dalam menjaga manajemen hujan, sehingga menyebabkan sedimentasi di hulu Danau Lido. “Dengan demikian, sedimentasi dan bekas lubang tambang masuk ke bagian atas Danau Lido," kata Hanif dalam konfirmasi pada Kamis, 6 Februari 2025.

Presiden Jokowi meluncurkan Proyek Pembangunan KEK Lido City

Wakil Presiden Republik Indonesia meninjau Kawasan Ekonomi Kreatif Lido (KEK Lido) di Kabupaten Bogor, salah satu KEK yang sebelumnya diresmikan oleh Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) pada Jumat, 31 Maret 2023. Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengumumkan bahwa KEK Lido telah menjadi bukti awal, atau alasan, bahwa pembangunan infrastruktur di Indonesia telah mendorong pertumbuhan dan kesejahteraan masyarakat dengan baik.

"Pengembangan infrastruktur yang kita lakukan, seperti bandara, pelabuhan, dan jalan tol, mulai terlihat manfaatnya dan sektor swasta mulai mendapatkan manfaat darinya secara ekonomis," kata Jokowi, seperti dikutip dari laman Presiden RI.

Pada saat peresmian, Presiden Jokowi juga menghormati Hary Tanoe karena memilih lokasi KEK yang strategis. Menurutnya, kebun buah Lido ini hanya berjarak 50 menit dari Jakarta. Selain itu, kata Presiden, bidang ini juga diapit oleh Gunung Pangrango, Gunung Gede, hingga Gunung Salak. "Mudah sekali mencari lokasi seperti Lido ini, dan saya menilai Pak Hary Tanoe pemimpin yang berbakat," ujarnya.

Warga mengeluhkan KEK Lido karena Dangkalan - Pengeluh Masyarakat

Setelah resmi dibuka kurang lebih satu tahun, proses pembangunan KEK Lido menimbulkan kritik dari masyarakat karena terjadinya kerusakan Danau Lido. Masyarakat kemudian melaporkan hal tersebut ke Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq.

Mengikuti keluhan masyarakat tersebut, Hanif selaku Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) melakukan inspeksi mendadak di KEK MNC Lido City pada tanggal 1 Februari 2025 untuk mengecek situasi di lapangan.

KLH Temukan Sejumlah Pelanggaran

Direktur Wilayah Kliring dan Pelaporan dan Pengawasan Lingkungan KLH, Ardyanto Nugroho, menjelaskan hasil verifikasi lapangan yang dilakukan oleh timnya. Ia kemudian mengungkapkan perbedaan yang signifikan antara dokumen lingkungan yang sudah disetujui dengan realisasi konstruksi di KEK Lido.

"Pembangunan yang dilakukan tidak mengelola air limbah seperti yang seharusnya, sehingga menyebabkan sedimentasi yang mengancam ekosistem di sekitar danau. Keselarasan antara rencana penilaian lingkungan dan pelaksanaan fisik menjadi perhatian utama dalam upaya menjaga kelestarian sumber daya alam," kata Ardyanto.

Analisis citra satelit mengungkapkan bahwa ada penangsulan dan penipisan lereng danau, yang dipercaya salah satunya disebabkan oleh kegiatan reklamasi lahan di Kawasan Ekologis Khusus Lido. Dari pemandangan melalui satelit itu, luas permukaan air Danau Lido telah mengalami penipisan drastis, dari aslinya 24 hektare menjadi hanya 12 hektare, mengalami kehilangan sekitar 2 hektare air.

Editor : Pimred Laksamana.id
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Pengobatan
Terkini