Scroll untuk baca artikel

Penjual Tisu Bertongkat Sakti Ini Didatangi Satpol PP, Ternyata Bukan Mau DItertibkan...

Penjual Tisu Bertongkat Sakti Ini Didatangi Satpol PP, Ternyata Bukan Mau DItertibkan...
Penjual Tisu Bertongkat Sakti Ini Didatangi Satpol PP, Ternyata Bukan Mau DItertibkan...

Namun, semenjak diberhentikan beberapa waktu lalu, dia beralih menjual tissue sebagai mata pencaharian utamanya.

"Dulu, ini hanya hobi tambahan saja. Tapi setelah saya berhenti bekerja dua tahun lalu, sepertinya ini menjadi pekerjaan utama saya," katanya.

Keahliannya dalam menggunakan tongkat dan double stick tidak dilahirkan secara langsung. Ia mempelajari ilmu bela diri sejak masih menjadi santri di sebuah pesantren.

Atraksi tersebut tidak bertujuan mencari kesan dramatis, tetapi bertujuan untuk menarik perhatian pengendara dan memberikan sedikit kesenangan.

"Aku menambah keterampilan ini ketika sedang belajar di pesantren. Alhamdulillah, aku sudah bekerja seperti ini sekitar 8 bulan. Aku melakukan atraksi sebelum menjual tisu, tanpa ada niat untuk apa pun, lebih ingin menghibur," ujarnya.

Cobra sekarang mampu memenuhi kebutuhan keluarganya dengan cara berjualan yang kreatif.

Ia mengambil peran sentral dalam mendidik ayah, ibu, dan adik-adiknya. Bahkan ia beberapa kali diundang ketempat-tempat penting di Kepulauan Riau, termasuk dimana mantan Kapolda Kepri, Irjen Pol Yan Fitri Halimansyah.

"Saya bersyukur bisa mencukupi kebutuhan keluarga, meskipun terkadang penjualan tidak stabil. Bahkan pernah aku diundang beberapa tokoh paling penting seperti Kapolda," katanya.

Berkelilingu sini-sambar di bagi media sosial dan mendapat beberapa undangan dari berbagai kalangan, Cobra tak menyangka bahwa hidupnya akan berubah beberapa kali lipat.

Seorang santri yang pandai dan berkebizaasarian, ia berhasil membalik nasib menjadi sukses dengan menjual tisu memiliki pelatihan akrobatik silat.

Editor : Pimred Laksamana.id
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Pengobatan
Terkini