Baca juga:
Apa saja negara yang dipantau oleh USAID?
Pada tahun 2023, USAID memiliki proyek di sekitar 130 negara, dengan negara-negara yang paling banyak menerima bantuan adalah Ukraina, Ethiopia, dan Yordania.
USAID memberikan dana besar untuk Ukraina, negara Eropa yang terkena dampak perang itu, dengan budget sebesar lebih dari 16 miliar dolar AS (atau setara dengan Rp 261,19 triliun) untuk dukungan makroekonomi, menurut data Pemerintah AS.
Dari 77 negara yang ditentukan Bank Dunia sebagai negara berpendapatan rendah dan menengah-bawah, 70 di antaranya menerima bantuan dari USAID pada tahun 2023.
Negara-negara penerima bantuan utama lainnya mencakup Republik Demokratik Kongo, Afghanistan, Sudan Selatan, dan Suriah.
Apalashnya yang membiayai USAID?
Hampir 17 miliar dollar AS (Rp 277,5 triliun) dari pendanaan USAID pada 2023 dialokasikan untuk mengatasi masalah "tata kelola", sebagian besar ditujukan untuk Ukraina.
Tentunya, sekitar 10,5 miliar dolar AS (sembilan ratus tujuh puluh satu triliun rupiah) digunakan untuk isu-isu kemanusiaan, 7 miliar dolar AS (seratus empat belas triliun rupiah) untuk kesehatan, serta sekitar 1,3 miliar dolar AS (dua puluh satu triliun dua ratus empat puluh empat rupiah) untuk pertanian.
BANTUAN USAID.
Program besar lainnya yang mendapatkan dana bantuan USAID pada tahun 2023 mencakup 811 juta dollar AS (sekitar 13,24 triliun rupiah) untuk Global Fund untuk melestarikan perlawanan HIV/AIDS, tuberkulosis, serta malaria, bersama dengan lebih dari 330 juta dollar AS (sekitar 5,38 triliun rupiah) untuk bantuan makanan dan gizi darurat untuk penduduk Afghanistan.
Pada Senin, 3 Februari 2027, Pemerintah Gedung Putih menerbitkan pernyataan yang mengkritik adanya kehilangan dan penyalahgunaan anggaran dari USAID, termasuk 1,5 juta dollar AS (sekitar Rp 24,4 triliun) untuk meningkatkan kesetaraan ras yang lebih baik dan inklusi di tempat kerja dan komunitas bisnis Serbia.
Editor : Pimred Laksamana.id
