"Baterai Litium-Ion ini mengalami kembangannya sangat pesat karena ada dukungan program pemerintah saat ini untuk mengubah pola penggunaan bahan bakar bensin ke baterai listrik. Maka saya merasa beruntung dapat bekerja di perusahaan ini, terutama pada awal karir saya," ujar Zaki kembali.
Zaki pernah mengikuti pelatihan selama tiga bulan di Sichuan, Cina, dari bulan Oktober 2023 hingga Januari 2024, termeoretikan untuk mempelajari pengujian LFP, manajemen laboratorium, serta budaya kerja di sana.
Dalam wawancaranya, Zaki mengatakan bahwa keterlibatan aktifnya dalam kegiatan varietas selama kuliah merupakan modal besar bagi kariernya.
Baca juga:
Punya 7 paten
Dengan aktif berpartisipasi dalam organisasi mahasiswa dan bekerja sama dengan para dosen, ia berhasil mendapatkan tujuh paten dan sertifikat kompetensi.
Enam paten tersebut adalah 4 Paten Sederhana dan 3 Jasa Kekayaan Intelektual (HKI). Paten sederhana diantaranya :
Zaki mengaku memiliki pengalaman yang sangat berkesan waktu kuliah di Universitas Diponegoro (Undip) TRK. Seperti mengikuti pengembangan penelitian dan pengabdian dari dosen di mana melakukan perjalanan jauh ke daerah Gambung, Kota Bandung untuk melaksanakan riset yang terkait dengan teh.
Beberapa pengalaman saya meliputi proyek pengabdian dan wirausaha bersama tim di Kabupaten Semarang selama 6 bulan, yang sepenuhnya didanai oleh Kementerian RI untuk Pengelolaan Kelembagaan Pendidikan dan Teknologi Informasi.
Dia menyatakan bahwa pengalaman praktis ini menjadi modal penting untuk memasuki dunia kerja, terutama di perusahaan multinasional yang sangat kompetitif.
Selain itu, rahasia kesuksesan pribadinya adalah doa dari orang tuanya dan gesernya yang konsisten dalam berusaha untuk maju setiap harinya, meskipun hanya dengan satu langkah. Zaki juga memberikan inspirasi kepada adik-adiknya di kampus Universitas Diponegoro untuk terus maju dan berusaha.
Editor : Pimred Laksamana.id
