"Ekonomi kelas menengah saat ini dalam pahit, sehingga tambahan biaya akan membuatnya semakin berat," ujarnya.
Prediksi penjualan mobil baru pada tahun 2024 mendorong dari sekitar 850.000 unit, yang telah dengan sedikit revisi setelah sebelumnya aman besar 1 juta unit.
Baca juga:
Sebelumnya, Agus menerangkan bahwa penjualan mobil baru tahun ini mengalami penurunan karena menurunnya kemampuan masyarakat dengan penghasilan menengah untuk membeli mobil baru, yang merupakan target pembeli terbesar mobil baru.
Hal ini menyebabkan sudah banyak konsumen yang memilih untuk membeli mobil bekas.
Menurut data tahun 2023, lapangan sudah melaporkan sekitar 1,5 juta penjualan mobil bekas, namun disadari bahwa lagi-lagi jumalah langsung tersebut bisa jadi lebih banyak dikarenakan adanya banyak transaksi yang belum terdokumentasi.
Bebin Djuana, seorang pengamat otomotif, mengatakan bahwa secara sederhana, meningkatnya harga mobil baru akan mendorong konsumen untuk memilih mobil bekas.
Baca juga:
"Menurut teori konsumen yang kurang bersedia mengeluarkan modal yang lebih tinggi akan beralih ke pasaran perdagangan mobil bekas," ujar Bebin.
Akan tetapi, Bebin mengingatkan bahwa aturan tersebut hanya berlaku saat kondisi ekonomi stabil.
Editor : Pimred Laksamana.id
