Pesiden Amerika Serikat Donald Trump ingin memangkas pemerintahan dimulai dengan menawarkan delapan kali gaji kepada pemerintahan federal yang bersedia mengundurkan diri.
Langkah itu dilakukan untuk menghemat anggaran sebesar kurang lebih 100 miliar dolar Amerika atau sekitar 1.500 triliun rupiah.
Pesan tawaran yang dialamatkan kepada seluruh pegawai diberikan via email massal, tanggal 28 Januari. Mereka diberi waktu hingga 6 Februari untuk membakukan keputusan mengenai tawaran tersebut.
Pekerja yang setuju akan menerima upah dan bantuan hingga tanggal 30 September 2025.
Pegawai federal merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Indonesia
Tidak semua pegawai mendapatkan tawaran ini. Karyawan pos, tentara, pejabat imigrasi, serta beberapa tenaga keamanan nasional dikecualikan dari program ini.
Donald Trump berharap sekurang-kurangnya kira-kira sepuluh persen, atau sekitar 200.000 pengangsuatan dari total lebih dari dua juta pekerja yang dipekerjakan oleh pemerintah federal menerima tawarannya.
Jika target tersebut berhasil dicapai, Gedung Putih dapat menghemat belanja negara hingga USD 100 miliar (sekitar Rs. 1,5 triliun).
Pejabat Yayasan Pengelolaan Personalia (OPM) pemerintah yang menjalankan kebijakan SDM menatap sejumlah nama penerima oversized allowance, yaitu mereka yang manosapi punda dijanji penderitaan.
"Pihak kami tidak memberikan garansi bahwa posisi ataupun organisasi tempat Anda bekerja akan tetap ada eksis. Akan tetapi, jika posisi Anda dihapus, Anda akan dilayani dengan hormat," tegas email lanjutan dari OPM.
Editor : Pimred Laksamana.id
