Berbeda Organisasi, Tetap Satu Tujuan
Sementara itu, Ketua Pemuda Muhammadiyah Lampung Timur, Sepri Nur Wahidin, menegaskan bahwa perbedaan latar belakang organisasi tidak seharusnya menjadi penghalang untuk membangun persatuan.
Menurutnya, momentum Sumpah Pemuda harus menjadi pengingat bahwa solidaritas dan semangat gotong royong merupakan modal penting dalam menghadapi berbagai tantangan sosial.
Ia berharap sinergi antarorganisasi tidak hanya terjalin melalui pertemuan dan silaturahmi, tetapi juga diwujudkan dalam aksi nyata di bidang sosial, pemberdayaan masyarakat, serta pencegahan penyalahgunaan narkoba.
Sepri juga berharap pemerintah daerah membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi generasi muda agar gagasan dan energi positif mereka dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dengan demikian, pemuda tidak hanya menjadi bagian dari kelompok yang merayakan momentum sejarah, tetapi juga menjadi mitra strategis dalam mewujudkan Lampung Timur yang makmur dan lestari.Sumpah Pemuda Jadi Momentum Kolaborasi
Suasana kebersamaan semakin terasa saat para peserta melakukan pemotongan tumpeng sebagai simbol persatuan sekaligus memperingati Hari Sumpah Pemuda.
Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan peringatan hari ulang tahun ke-67 Pemuda Pancasila dan hari ulang tahun ke-26 Laskar Merah Putih.
Pertemuan sederhana itu membawa pesan yang lebih besar: kemajuan daerah membutuhkan keterlibatan banyak pihak, termasuk organisasi kepemudaan yang memiliki jaringan, semangat, dan potensi untuk bergerak bersama masyarakat.
Editor : Yanto
