Ia adalah Tim Bubur Awet.
Sebuah plot twist yang membuat perdebatan tentang bubur menemukan makna baru. Tidak semua perkara menyangkut prinsip. Kadang, ia hanya soal strategi.
Dari Semangkuk Bubur, Sebuah Pelajaran
Di akhir laporan, Fahri menarik sebuah kesimpulan.
Bubur yang diaduk akan tetap masuk perut. Bubur yang tidak diaduk juga akan tetap masuk perut.
Yang tidak masuk perut adalah bubur ketika seseorang tidak punya uang.Dari warung sederhana itu, Pandawa TV membawa persoalan bubur kembali menjadi persoalan manusia: bagaimana perbedaan tidak harus berakhir menjadi pertengkaran.
Kembali ke studio, Wirahadikusumah menutup siaran dengan kalimat yang sekaligus menjadi punchline.
“Jangan pernah menghakimi seseorang hanya karena cara dia mengaduk bubur.”
Sebab seseorang mungkin bukan Tim Bubur Diaduk. Bukan pula Tim Bubur Tidak Diaduk.
Editor : Pimred Laksamana.id
