“Ini bubur, bukan foto Instagram!”
“Justru karena bubur, harus estetik!”
Sendok mulai dipegang lebih erat.
Belum diketahui apakah sendok tersebut akan digunakan untuk menyantap bubur atau menjadi alat diplomasi.
Di tengah ketegangan, muncul Edi Arsadad yang mengaku berada di posisi netral.
Ketika ditanya apakah memilih bubur diaduk atau tidak, jawabannya tegas.“Saya netral.”
Namun ketika ditanya bagaimana buburnya, jawabannya justru mengejutkan.
“Saya pesan soto.”
Netralitas ternyata bisa sesederhana menghindari konflik.
Editor : Pimred Laksamana.id
